KUTOARJO, Dalam rangka menyambut Bulan Bahasa Tahun 2026, SMAN 2 Purworejo menggelar 13 mata lomba sekaligus bagi perwakilan siswa kelas 10 dan 11. Selain untuk menyambut Bulan Bahasa, kegiatan ini juga bertujuan mempersiapkan diri menuju Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2027.
“Kami ingin lebih siap dan lebih awal dan ketika sudah tahu nanti tiga peserta terbaik. Nah, itu yang kami bisa gembleng untuk mewakili SMAN 2 ikut FLS3N. Mudah-mudahan bisa lebih bagus hasilnya,” kata pembina kegiatan Rahman Sudrajad di sela lomba pada Sabtu (3/10/2026).
Ke-13 lomba tersebut yakni cipta cerpen, cipta puisi, baca puisi, penulisan feature, poster literasi, monolog, membaca berita, fotografi, film pendek, komik digital, spelling bee, geguritan, dan kaligrafi.
Untuk juri lomba, pihak sekolah mendatangkan dari luar sekolah yang kompeten agar memperoleh hasil penilaian yang obyektif dan lebih berkualitas. “Jurinya ini kami sengaja ambilkan dari praktisi. Seperti teman-teman wartawan, seniman, fotografer. Supaya kami memperoleh hasil yang memang berkualitas untuk besok mewakili SMAN 2” kata Rahman yang merupakan guru Bahasa Indonesia.
Ia menjelaskan, para siswa mempunyai peran penuh dalam kegiatan tersebut. “Anak anak duta literasi mempunyai peran penuh dalam kegiatan ini. Semua ini direncanakan oleh anak-anak,” imbuhnya.
Setiap kelas pun wajib mengirimkan satu orang siswa untuk mengikuti setiap mata lomba. Ketentuannya, kelas yang tidak mengirimkan perwakilannya akan didenda sebesar Rp500 ribu.
Untuk mempermudah para juri melakukan penilaian, beberapa lomba sudah diseleksi di waktu sebelumnya. Seperti lomba monolog yang menyisakan enam finalis dari 17 peserta lomba dari perwakilan kelas 10 dan 11.
Adapun puncak peringatan Bulan Bahasa akan diselenggarakan pada tanggal 7 Oktober. Selain mengumumkan hasil juara 1, 2, dan 3 pada masing-masing mata lomba, para siswa juga akan menampilkan hasil karya seni mereka.
Tak hanya itu, menurut Rahman, para guru juga akan mementaskan kesenian ketoprak dengan lakon Ande Ande Lumut.
Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini pernah dilakukan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa. Hanya saja lombanya tidak sebanyak ini.
Terkait pendanaan, Rahman menandaskan bahwa kegiatan Bulan bahasa ini menggunakan salah satu mata anggaran untuk BOS Kinerja (BOSKin) SMAN 2.
“Jadi SMAN 2 dapat pos BOSkin senilai Rp45 juta, yang tahun ini tidak hanya digunakan untuk kegiatan peningkatan kapasitas guru, tetapi untuk mendanai kegiatan untuk peningkatan kapasitas siswa,” tandasnya. (Dia)


































Comment