PURWOREJO, Menanam jahe kini menjadi kegiatan rutin bagi para penyandang disabilitas di Kelurahan Kedungsari, Purworejo. Dari aktivitas sederhana itu, mereka belajar bercocok tanam sekaligus membangun kemandirian dan tetap produktif di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari inovasi OK PAS (Optimalisasi Keterampilan Praktis Disabilitas) Versi 2026 yang digagas Kecamatan Purworejo. Program ini dilaksanakan melalui Kelompok Disabilitas Kelurahan (KDK) Sari Mukti yang mulai berjalan sejak awal 2026.
Camat Purworejo, Kusairi menyampaikan sebanyak 14 peserta dengan gangguan jiwa juga terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka didampingi lima kader yang secara rutin memberikan pendampingan, mulai dari pertemuan bulanan, pemberian materi dan motivasi, hingga praktik budidaya tanaman rempah-rempah.
“Budidaya jahe menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan. Peserta dilibatkan dalam proses penanaman hingga perawatan tanaman. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan praktis yang dapat mendukung kemandirian mereka,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).

Dalam pelaksanaannya, lanjut Kusairi, OK PAS menggandeng Kelompok Wanita Tani Kelurahan Kedungsari untuk memberikan pendampingan dalam budidaya tanaman. Sementara YAKKUM Yogyakarta turut mendukung pendampingan dalam aspek kemandirian ekonomi, fisik, dan sosial.
Untuk menjaga keberlanjutan program, Kecamatan Purworejo juga rutin melakukan monitoring terhadap pelaksanaan OK PAS Versi 2026. Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan kegiatan sekaligus memberikan pendampingan apabila terdapat kendala di lapangan.
Kusairi berharap kolaborasi tersebut memberikan keterampilan kepada peserta serta membuka ruang bagi mereka untuk lebih aktif dalam kegiatan produktif di lingkungan masyarakat.
Di samping itu, program juga diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi para peserta yakni membangun kepercayaan diri dan keberadaan mereka di tengah masyarakat.
“Semoga dengan kegiatan OK PAS 2026, bisa mewujudkan ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, peningkatan rasa percaya diri, dan inklusi sosial anggota yang setara di tengah masyarakat,” pungkas Kusairi. (Ita)


































Comment