PURWOREJO, Memasuki Triwulan II Tahun 2026 ini, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Purworejo bertekad untuk mewujudkan pengadaan kios administrasi kependudukan (adminduk) di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Purworejo. Tekad tersebut diwujudkan melalui peluncuran peresmian Kios Adminduk bersamaan dengan momen Forum Konsultasi Publik (FKP) yang diadakan di Ruang Otonom Setda pada Senin (10/8/2026).
Dalam FKP yang dihadiri oleh Sekda Suranto, para camat serta perwakilan kepala desa dan lurah di Kabupaten Purworejo ini, Kadin Dukcapil Suryadi menyampaikan, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Dukcapil pada triwulan II ini mengalami peningkatan dibanding sebelumnya.
“Pada triwulan I sebesar 90,25 sedangkan triwulan II sebesar 90,45, ” kata Suryadi saat menyampaikan paparannya. Dijelaskan pula
isu strategis dan permasalahan di Dindukcapil Purworejo. Mencakup ketidakvalidan data kemiskinan dan rendahnya capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD)
Terkait ketidakvalidan data kemiskinan, Kadin Dukcapil menyebutkan, masih terdapat warga yang secara administratif telah meninggal dunia atau pindah domisili, namun tetap tercatat sebagai penerima aktif bantuar sosial.
Adapun permasalahan masih rendahnya capaian angka IKD, menurut Suryadi, saat ini realisasi aktivasi IKD baru mencapai 8,49% dari target nasional (30%). “Angka ini diperparah oleh kesenjangarndigital (Digital Divide) dan hambatan geografis warga di pelosok desa,” jelasnya.
Selain itu pihaknya juga memaparkan tentang adanya gap antara realita dan harapan. “Kondisi saat ini data tidak sinkron, warga yang meninggal atau pindah belum melaporkan. Kemudian sentralisasi layanan dan akses pelaporan terbatas karena jarak ke pusat kabupaten. Selain juga adanya kesenjangan digital, yakni masyarakat rentan tidak punya handphone untuk mengakses IKD,” ungkap Suryadi.
Sementara kondisi yang diharapkan yakni adanya clean data, sehingga warga yang meninggal otomatis terhapus dari DTKS real time. Juga desentralisasi berupa 0km, 0 rupiah, serta inklusi Dukcapil. Yakni operator desa memfasilitasi pendampingan IKD bagi semua kelompok rentan.
Meski demikian Kadin Dukcapil bersyukur, dengan capaian IKD hingga saat ini mencapai 11 persen, Purworejo masuk sebagai Kabupaten Duta Uji Coba Perlinsos sehingga diberi IKD plus bersama dengan 109 kota/kabupaten lain se- Indonesia. Program ini dikelola melalui portal resmi Kementerian Sosial untuk mendigitalisasi dan mengefisiensikan penyaluran bantuan sosial (seperti PKH dan BPNT).
“Kami akan bekerja sama dengan DinsosdaldukKB dan Dinkominfostasandi untuk menyukseskan program uji ciba Perlinsos di Kabupaten Purworejo. Berikutnya, kami juga berkomitmen bahwa IKD akan menjadi kunci dalam perlindungan sosial digital,” tandasnya.

Selain meresmikan kios adminduk secara simbolis oksh Sekda Suranto, dalam forum itu juga dilakukan penyerahan penghargaan bagi desa dan berprestasi dalam capaian kependudukan.
Capaian Prosentase Aktivasi IKD Tertinggi diraih oleh Desa Cengkawakrejo (Banyuurip), Bajangrejo (Banyuurip), dan Jelok (Kaligesing). Sedangkan predikat kelurahan dengan Capaian Prosentase Aktivasi IKD Tertinggi diberikan kepada Kelurahan Bandung (Kutoarjo), Pangenjurutengah (Purworejo), dan Doplang (Purworejo).
Selain itu juga diberikan Piagam Penghargaan bagi Desa Tertib Administrasi Kependudukan (Adminduk). Yakni Desa Jelok (Kaligesing), Bajangrejo (Banyuurip), dan Kuwukan (Ngombol).
Selain menyerahkan penghargaan, dalam kesempatan tersebut Sekda Suranto juga menyampaikan bahwa pemda selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. Termasuk infrastruktur jaringan internet untuk mengakses informasi digital adminduk. Ia juga menyarankan kepada Kadinkominfo untuk melakukan mapping ke beberapa area yang selama ini masuk area blank spot.
Ia pun menegaskan komitmen pemda untuk meningkatkan layanan khususnya adminduk yang menjadi hak dasar warga negara. Menurutnya, hal ini sebagai salah satu upaya untuk perbaikan baik sistem jaringan maupun lainnya.
“Seiring tuntutan masyarakat terhadap layanan yang cepat, maka dilakukan pelayanan adminduk yang merupakan langkah transformasi yang inovatif dari Dukcapil Purworejo dengan berkolaborasi bersama lurah/kades dan camat se-Purworejo,” kata Suranto.
Dengan adanya kios adminduk diharapkan dapat mendekatkan langsung kepada masyarakat, efisisensi waktu dan biaya, serta peningkatan cakupan data secara real time. Sekda pun meminta semua pihak untuk memanfaatkan layanan gratis ini.
Dirinya menekankan kepada Dindukcapil agar setelah diberlakukan adminduk untuk tetap melakukan pengawalan dan pendampingan teknis bagi setiap operator di desa dan kelurahan. “Pastikan pelayanan tetap terjaga. Termasuk cek alat dan melakukan sosialisasi berjenjang,” pesannya.
Adapun para camat dan lurah/kades yang hadir dalam acara tersebut diharapkan memberikan dukungan agar warga benar-benar merasakan pelayanan yang memuaskan. (Dia)







































































Comment