PURWOREJO, Dinas PUPR Kabupaten Purworejo kini memiliki laboratorium konstruksi dan alat berat yang mumpuni. Sejak berdiri dan terakreditasi pada tahun 2023, UPTD Laboratorium Konstruksi dan Pengelolaan Alat Berat Dinas PUPR telah bersertifikasi nasional. Saat ini sudah 22 parameter yang telah terakreditasi nasional.
Kepala Dinas PUPR, Eko Paskiyanto didampingi Kepala UPTD Laboratorium Konstruksi dan Pengelolaan Alat Berat, Sigit Gunawan memberikan penjelasan terkait keberadaan laboratorium yang ada di area Kantor PUPR Purworejo tersebut.
“Dinas PUPR memiliki laboratorium penguji alat berat bidang konstruksi yang sudah terakreditasi sejak tahun 2023. Di Jawa Tengah, saat ini ada hanya ada tiga laboratorium serupa yang terakreditasi. Satu milik BP2 Provinsi, satu di Kota Semarang, dan satu lagi di Purworejo ini. Saat ini Purworejo salah satu yang punya aplikasi SIMPEL LAB. Makanya jadi rujukan pengujian bidang konstruksi,” jelas Eko didampingi Sigit.
Ditegaskan, saat ini LAB yang ada di Dinas PUPR sudah melayani pengujian baik dalam maupun luar kota. “Sampai saat ini pengguna kami dari Pekalongan, Banyumas, Temanggung, Cilacap, dan Kebumen. Bahkan BPK Yogja pernah menggunakan jasa kami, karena kami dipercaya mendampingi BPK untuk melakukan pemeriksaan uji petik di Kulon Progo tahun ini,” imbuh Eko.

Bahkan Laboratorium Alat Berat (LAB) milik Dinas PUPR Purworejo menurut Eko, sering mendapatkan kunjungan studi banding dari luar daerah. Selain wilayah Jawa seperti Tulungagung juga ada yang datang dari Papua.
Saat terakreditasi 22 parameter pengujian yang sudah diakui secara nasional. Saat ini sedang ditambah dua uji parameter lagi sehingga menjadi 24.
Tak hanya itu, UPT ini merupakan salah Unit Teknis yang menghasilkan PAD dari sektor produksi. Disebutkan, realisasi pendapatan hasil dari penggunaan alat alat laboratorium kontruksi dan alat berat ini, di tahun 2025 mencapai Rp700 juta dari target semula hanya Rp200 juta.
“Untuk meningkatkan kualitas SDM, saat ini personel kami sedang mengikuti sertifikasi terkait dengan beton. Ini merupakan sertifikasi internasional dari Amerika, yang dua hari ini mengikuti ujian di UI Depok,” ujar Eko.
Pihaknya berharap dengan bertambahnya kualitas maka pelayanan akan lebih mudah. Selain itu juga dapat meningkatkan jumlah parameter yang akan dapat diuji di laboratorium tersebut. (Dia)



































Comment