KEBUMEN, Lima anak asuh yang bernaung di bawah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Anak Yatim Muhammadiyah (PAYM) Danukusumo Banyuurip, Purworejo, tampil memukau dalam acara Jambore Muhammadiyah Children Center (MCC) LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah Jawa Tengah ke-4.
Dalam acara pentas seni yang berlangsung Sabtu (28/6/2026) malam di Pantai Kembar Puring Kebumen, kelima penari asuhan Dyah Ayu Rosanti ini dengan rancak membawakan Tari Ndolalak yang merupakan tarian tradisional khas Purworejo.
Mengenakan kostum yang mencolok lengkap dengan kacamata hitam namun tetap sopan, kelima penari putri membawakan tarian Ndolalak dengan nuansa ceria. Penampilan mereka pun mendapatkan apresiasi meriah dari para peserta jambore se-Jawa Tengah yang mengikuti acara tersebut.
Kepala PAYM Danukusumo, Budi Santoso menyebutkan, kehadiran pentas seni anak-anak LKSA asuhannya kali mewakili tiga panti serupa lainnya yang ada di Purworejo. Anak-anak pun, menurutnya, berlatih dengan sungguh-sungguh untuk dapat tampil maksimal pada acara jambore yang berlangsung tiga hari mulai tanggal 26 hingga 28 Juni tersebut.
“Sesuai tema jambore kali ini yakni Ceria Bersama, Mandiri, Berprestasi dalam Semangat Berkemajuan, Tari Ndolalak yang dinamis ini diharapkan dapat mewakili keceriaan serta semangat para peserta,” ucap Budi kepada media, Minggu (29/6/2026).

Selain penari putri, lanjutnya, ada juga lima peserta putra yang mengikuti lomba kaligrafi dan outbond. “Di panti, anak-anak ini selain melaksanakan ibadah harian juga dilatih berani tampil termasuk di Forum Jambore LKSA se-Jawa Tengah ini,” imbuh Budi.
Adapun kegiatan Jambore Wilayah MCC/LKSA Jawa Tengah tahun ini yakni berkemah, perlombaan antar kontingen, serta workshop untuk para pengurus dan pengasuh panti asuhan anak Muhammadiyah/Aisyiyah.
Selain kepala panti, dalam jambore ini PAYM Danukusumo juga didampingi oleh Kepala Asrama Tumirin, serta pengurus lain yakni Frin Erma Nurhayat dan Bambang Sugiarto.
Budi berharap, dengan keikutsertaan dalam Jambore MCC LKSA ini para peserta khususnya anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berprestasi, dan berkarakter Islami. Selain juga menjalin silaturahmi dan jejaring dengan peserta dari daerah lain.
Adapun bagi pengurus, kegiatan semacam ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kolaborasi dan sinergi antar MCC/LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Tengah. “Selain itu juga dapat mempersiapkan generasi penerus yang unggul, mandiri, dan berdaya saing. Juga dapat menguatkan pelaksanaan pendidikan dan pengasuhan di MCC/LKSA,” tandas Budi. (Dia)


































Comment