PURWOREJO, Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPwr) didorong untuk tidak hanya memahami persoalan sosial melalui teori, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata melalui kewirausahaan sosial. Upaya tersebut diwujudkan melalui rangkaian Seminar Kewirausahaan Sosial Mahasiswa dan Expology 2026 yang digelar pada 22-23 Juni 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Program Studi Psikologi UMPwr bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Psikologi tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepedulian sosial sekaligus mengasah kemampuan berwirausaha yang berdampak bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Seminar Kewirausahaan Sosial Mahasiswa pada Senin, (22/6/2026), di Ruang Seminar Universitas Muhammadiyah Purworejo. Seminar mengangkat tema Dari Kepedulian Menjadi Aksi: Social Entrepreneurship sebagai Solusi Masalah Sosial.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta, terdiri atas mahasiswa Program Studi Psikologi, khususnya mahasiswa semester 2, serta delegasi Himpunan Mahasiswa lintas program studi.
Seminar menghadirkan Owner Sarah Play House Kebumen, Kabul Trifiyanto sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Kabul mengajak mahasiswa untuk melihat persoalan sosial sebagai titik awal dalam menciptakan solusi yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa kewirausahaan sosial tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada penciptaan dampak sosial. Usaha sosial perlu dibangun melalui kepedulian terhadap masalah nyata di masyarakat, pemahaman terhadap kebutuhan penerima manfaat, inovasi solusi, serta model usaha yang mampu menjaga keberlanjutan program.

Melalui pengalaman dalam mengembangkan Sarah Play House, Kabul memberikan gambaran bahwa usaha dapat menjadi ruang pemberdayaan.
Menurutnya, Sarah Play House dikembangkan sebagai ruang belajar dan tumbuh bagi anak melalui kegiatan bermain, eksplorasi alam, dan penguatan keterampilan hidup. Pendekatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi anak, tetapi juga melibatkan orang tua, masyarakat, serta potensi lokal dalam proses pengembangannya.
Kegiatan seminar menjadi bagian dari penguatan pembelajaran pada mata kuliah Kewirausahaan Sosial dan Psychosocioentrepreneurship. Mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa ilmu psikologi dapat dikembangkan menjadi dasar untuk merancang program maupun usaha yang peka terhadap kebutuhan individu, kelompok, dan masyarakat.
Sebagai bentuk implementasi pembelajaran, kegiatan dilanjutkan dengan Expology 2026 pada Selasa, (23/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memamerkan berbagai produk dan inovasi usaha hasil pengembangan selama proses perkuliahan.
Aneka produk mahasiswa ditampilkan dalam kategori makanan, inovasi usaha, dan karya kreatif lainnya. Melalui Expology 2026, mahasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung, tetapi juga belajar membangun komunikasi, kerja sama tim, kreativitas, serta keberanian dalam mempresentasikan gagasan usaha.
Ketua Program Studi Psikologi, Widyaning Hapsari menyampaikan bahwa rangkaian Seminar Kewirausahaan Sosial dan Expology 2026 diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada gagasan, tetapi mulai mengambil langkah nyata dalam menciptakan solusi bagi lingkungan sekitar.
“Melalui kepedulian, kreativitas, dan kolaborasi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya siap menghadapi tantangan masa depan, tetapi juga mampu menciptakan dampak positif bagi masyarakat,” tandasnya. (Ita)



































Comment