PURWOREJO, Sebanyak 67 ketua maupun pengurus Satuan Pelayanaan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Purworejo yang sudah memiliki Izin Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) mengikuti Pembinaan untuk peningkatan grade atau sertifikasi. Pembinaan dilakukan oleh Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0708 bersama Kepala KPPG Jateng DIY Bagian Selatan, Dinkesda Kabupaten Purworejo, serta unsur pengusaha.
Selain Kepala SPPG, pembinaan yang diadakan di Aula Hotel Ganesha pada Rabu (24/6/2026) itu juga diikuti puluhan mitra yayasan, Sarjana Penggerak pembangunan Indonesia (SPPI). Juga ahli gizi dari masing-masing SPPG.
Mewakili Bupati, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Purworejo, Amat Jainudin menyampaikan dukungan kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh Pasiter 0708 Kodim Purworejo selaku bapak asuh MBG. Juga kakak asuh dari BGN Jawa Tengah beserta serta tim yang menyelenggarakan kegiatan ini sebagai respon dari dinamika terbaru program MBG.
Menurutnya, kegiatan ini adalah untuk mendukung program Asta Cita pemerintah tentang MBG di Purworejo.
“Kami berharap kepada peserta untuk mampu menganalisis kegiatan ini agar tidak mudah terprovokasi atas situasi yang terjadi. Seperti yang terjadi di daerah bahkan nasional yang menjadi sorotan dengan membangun sentimen negatif,” ucap Jainudin di hadapan ratusan peserta.
Dijelaskan bahwa saat ini ada regulasi baru yang harus disiapkan dengan cepat supaya persepsi publik tidak tergerak makin negatif. “Bukan dengan argumen atau demo tandingan melainkan melalui bukti nyata,” imbuhnya.
Sesuai tema up gading, Jainudin menyatakan harapannya agar SPPG dapat meningkatkan kualitas dengan beberapa indikator. “Terpenting adalah wujudnya semakin baik, gizi terpenuhi, tepat waktu, dan tidak menimbulkan dampak negatif,” tegasnya.
Pihaknya bersyukur saat ini pelaksanaan MBG di Purworejo dapat berjalan lancar. Meski tidak 100 persen sempurna namun dapat diminimalisir dan diharapkan nantinya akan zero “insiden” di Kabupaten Purworejo.
Jainudin pun menyebutkan indikator lainnya dari pembinaan ini. Yakni tidak sekedar makanan yang berkualitas, tetapi juga mampu memberikan multi player efect di bidang ekonomi. Untuk itu, pemda bekerjasama dengan BGN dan Kodim melakukan koordinasi dan merespon kebutuhan peternak ayam petelur, pedagang, koperasi nelayan, dan PDAU. Yakni supaya bahan makan lokal SPPG semakin optimal.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan amanat regulasi dari BGN dan sudah gencar dilaksanakan di kabupaten lain.
Jainudin yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kadin SosdaldukKB inipun menyebutkan, dalam rapat satgas MBG beberapa waktu lalu, dengan mempertimbangkan banyak dinamika, maka Kepala BGN akan memperketat persyaratan SPPG. Yakni terkait sanitasi IPAL agar dapat dikelola dengan baik.
Untuk itu, pihaknya menekankan agar seluruh SPPG di Purworejo dapat berjalan dengan baik. Ia pun meminta agar syarat dokumen yang belum ada segera diproses. Pemda memberi kesempatan untuk percepatan SLHS.
Dirinya pun mengingatkan agar seluruh SPPG mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atau IMB. Selain itu, terkait pengolahan limbah, ia menyatakan bahwa saat dilakukan monitoring, ada beberapa SPPG yang sistem pengolahan limbahnya belum aman.
“Padahal ini penting, karena akan memberikan dampak ke proses pengolahan pangan di setiap SPPG. Ini menjadi faktor kunci. Untuk itu bagi
SPPG yang tidak punya sarana pengolahan limbah bisa kerjasama dengan pihak ketiga tapi harus memenuhi syarat. Jangan sampai sampah atau limbah dibuang di bawah jembatan,” tegasnya.
Jainudin berpesan agar masing-masing SPPG dievaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)-nya. “Kalau tidak memahami, Dinas LHP siap mendampingi agar limbah terkelola dengan baik,” tuturnya.
Di akhir paparanya, Jainudin menyatakan bahwa kegiatan pembinaa ini penting. Yakni supaya SPPG Purworejo terupgrade semuanya. Ia pun berharap agar SPPG di Purworejo upgradingnya baik semua. Meski demikian ia berharap tidak ada manipulasi data di Purworejo.
Senada dengan Jainudin, Pasiter Kodim Serma Widodo menyebutkan bahwa pembinaan ini bertujuan agar mitra SPPG di Kabupaten Purworejo dapat standar great A dan mendapatkan intensif tetap sebesar Rp6 juta per hari.
Meski demikian, Serma Widodo yang juga menjadi salah satu pemateri ini dalam paparanya antara lain menegaskan agar SPPG tidak mengejar kuantitas, melainkan kualitas. Selain itu kepada ahli gizi dirinya berpesan agar memberikan informasi yang positif sehingga program MBG dapat berjalan dengan baik.
Pemateri lainnya yakni Kepala KPPG Jateng DIY Bagian Selatan, Harsono Budi Waluyo, Dinkesda Purworejo yang diwakili oleh dr. Mamik Astuti, serta pengusaha dari PT Pahlawan Pangan Indonesia, Andromeda. (Dia)



































Comment