PURWOREJO, Dalam beberapa waktu terakhir ini, masyarakat Purworejo diresahkan dengan adanya pemadaman listrik secara bergilir. Meski pada hari ini, Senin (22/6/2026) Dirut PLN menyampaikan bahwa pasokan listrik di Pulau Jawa sudah berangsur pulih.
Terkait dengan kondisi tersebut, Manajer PLN ULP Purworejo, Arifin Zuhri memberikan penjelasan. Didampingi Manajer PLN ULP Kutoarjo, Komarudin, Arifin menyebutkan, kapasitas listrik yang ada di wilayah Kabupaten Purworejo disuplai dari gardu induk yang memiliki tiga travo.
Yakni dua travo masing-masing berkapasitas 60 MVA dan satu lagi berkapasitas 30 MVA. Sehingga
total kapasitas listrik yang dimiliki sebesar 150 MVA.
“Dari kapasitas tersebut, suplai untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat Purworejo sangat cukup, karena yang digunakan pelanggan sekitar 50 persen atau 70 MVA,” ungkap Arifin didampingi Komarudin saat ditemui di Kantor PLN ULP Purworejo, Senin (22/6/2026).
Ia merinci, jumlah pelanggan di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Purworejo sekitar 150 ribu pelanggan baik kategori pasca maupun pra bayar. Sedangkan pelanggan di sisi barat yang dilayani ULP Kutoarjo sebanyak 132 ribu. Sehingga total pelanggan 282 ribu.

“Tentu dengan kapasitas yang dimiliki, gardu induk PLN Purworejo sangat mampu untuk melayani kebutuhan masyarakat Purworejo saat ini,” jelas Arifin
Ia mengungkapkan, dengan kondisi tersebut, selama ini tidak pernah ada pemadaman Bergilir secara masif. Namun karena adanya kebijakan dari pusat dengan adanya permasalahan pada pembangkit listrik, menyebabkan pengiriman tidak lancar.
Akibat hambatan pada suplai listrik maka berpengaruh pada penyaluran, sehingga dilakukan pemadaman bergilir. “Apabila suplai lancar maka distribusi juga pasti lancar,” ujarnya
Terkait dengan adanya kejadian tersebut, pihak PLN ULP Purworejo dan Kutoarjo menyampaikan permintaan maaf kepada para pelanggan.
“PLN meminta maaf atas ketidaknyamanan kepada warga yang terkena kebijakan pemadaman bergilir akibat tersendatnya suplai listrik dari pusat. Kami terus berupaya melayani pelanggan dari sektor manapun, termasuk untuk mendukung program pemerintah seperti KDMP, SPPG, dan juga kampung nelayan yang membutuhkan pasokan listrik,” tutur Arifin.
Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat menggunakan listrik secara legal. “Penggunaan listrik secara ilegal selain berisiko atau berpotensi adanya sengatan listrik juga dapat menyebabkan travo overload dan meledak sehingga bisa merugikan pengguna lainnya,” tandas Arifin. (Dia)



































Comment