GEBANG, Penutupan Gebang Expo 2026 pada Minggu (2/8/2026) menjadi penanda suksesnya salah satu program yang paling banyak diminati masyarakat, yakni bazar sembako murah hasil kolaborasi PDAU Kabupaten Purworejo dengan BUMDesma Asta Cipta Darma LKD Kecamatan Gebang.
Selama tiga hari penyelenggaraan, sebanyak 450 kilogram telur ludes terjual, sementara masyarakat terus berdatangan memadati stand untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Tidak hanya itu, 57 kemasan beras 5 kilogram dan 30 dus minyak goreng juga habis dibeli masyarakat.
Direktur BUMDesma Asta Cipta Darma LKD Kecamatan Gebang, Edy Suwarno, mengatakan pihaknya memang berkomitmen menyukseskan Gebang Expo melalui penyediaan sembako murah bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, BUMDesma menggandeng PDAU Kabupaten Purworejo sebagai penyedia kebutuhan pokok.
“Kami bekerja sama dengan PDAU Kabupaten Purworejo untuk menyediakan sembako murah berupa telur, minyak goreng, dan beras. BUMDesma memberikan subsidi sebesar Rp2.000 untuk setiap produk. Kami meminta PDAU menyediakan barang dengan harga yang sudah murah, kemudian kami tambahkan subsidi agar harganya semakin terjangkau masyarakat,” ujar Edy.
BUMDesma juga memfasilitasi stand bagi PDAU selama pelaksanaan expo. Sementara itu, PDAU menyediakan seluruh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dari pasaran sehingga selisih harga yang diterima masyarakat cukup signifikan.
Selama tiga hari penyelenggaraan, panitia menyiapkan total 3.000 kupon atau masing-masing 1.000 kupon setiap hari. Seluruh kupon tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang sejak pagi terus berdatangan ke stand sembako murah.
Salah seorang pengunjung, Juminten, warga Desa Tlogosono, mengaku senang dapat membeli telur dengan harga yang lebih murah. Menurutnya, harga telur di warung biasanya mencapai Rp23.500-Rp24.000 per kilogram, sedangkan di bazar ia hanya membayar Rp20.500.
“Alhamdulillah sangat membantu. Semoga bazar sembako murah seperti ini terus diadakan karena benar-benar meringankan masyarakat,” ungkapnya.

Direktur PDAU Kabupaten Purworejo, Rainier, mengaku puas dengan hasil kolaborasi tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat jauh melampaui perkiraan.
“Saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Camat Gebang, Ibu Endah Hanna Rosanti sebagai inisiator kegiatan ini. Saya juga memberikan apresiasi kepada Bapak Edy Suwarno yang merespons dengan sangat cepat dan baik sehingga stand sembako murah ini dapat terlaksana dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” katanya.
Rainier menuturkan, sejak pagi masyarakat datang silih berganti untuk berbelanja. Tingginya animo warga menunjukkan bahwa program sembako murah benar-benar dibutuhkan.
“Di luar dugaan, antusias masyarakat Gebang luar biasa. Harapan kami kegiatan ini bisa terus berjalan, tidak hanya saat expo. Kalau ada kegiatan didesa-desa di Kecamatan Gebang, kami siap bekerja sama sebagai TPID agar masyarakat terus mendapatkan manfaat,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Forum BUMDesma Kabupaten Purworejo, Sugeng Kristanto, yang dinilai aktif melakukan pendampingan dan monitoring terhadap pengembangan BUMDesma.
“Terima kasih kepada Ketua Forum BUMDesma Kabupaten Purworejo, Bapak Sugeng. Monitoring beliau terhadap BUMDes sangat kuat. Ketika sudah didelegasikan kepada BUMDesma, harus benar-benar dijalankan. Salah satu contohnya adalah kerja sama dengan PDAU ini yang akhirnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,”ujar Rainier.
Kolaborasi antara PDAU Kabupaten Purworejo dan BUMDesma Asta Cipta Darma LKD Kecamatan Gebang tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Gebang Expo 2026. Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Saya berharap sinergi antarlembaga ini dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan pelayanan masyarakat di masa mendatang,” pungkas Rainier. (Ita)






































































Comment