PURWOREJO, Di balik momen wisuda Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPwr), Sabtu (9/5/2026) lalu, terdapat kisah pengabdian tiga mahasiswa yang mendapat apresiasi khusus dari warga Desa Sidomulyo, Purworejo. Warga Musholla Nur Iman Gunung Suru bahkan menggelar tasyakuran untuk merayakan kelulusan mereka.
Ketiga mahasiswa tersebut yakni Ramadhan Saddam, Ahmadi Firdaus, dan Ilham Al-Fikri. Mereka dinilai berjasa dalam program Penuntasan Buta Al-Quran (PPBA) Lansia yang telah berjalan lebih dari dua tahun. Selama itu pula, mereka menjadi tutor bagi 18 peserta lansia dalam program belajar membaca Al-Quran.
Ketua Takmir Musholla Nur Iman, Paridi, mengatakan program ngaji lansia awalnya dilaksanakan di rumah salah satu warga. Sebelum akhirnya berkembang hingga dibangunkan musholla.
“Awalnya program ngaji lansia ini dilaksanakan di rumah Almarhum Pak Lasiman, hingga diinisiasi pembangunan musholla dan kini banyak yang terbantu dalam belajar membaca Al-Quran,” ujarnya.
Menurut Paridi, keberadaan program tersebut sangat membantu para lansia dalam belajar membaca Al-Quran.
Ia juga menyampaikan doa dan harapan bagi ketiga mahasiswa tersebut setelah resmi menyandang gelar sarjana.
“Kami doakan semoga setelah wisuda ini diberikan kelancaran dan kemudahan urusan pekerjaan dan jodoh sebagaimana Mas Saddam, Adi, dan Fikri telah mempermudah simbah-simbah belajar membaca Al-Quran,” tambah Paridi.
Sementara itu, Ramadhan Saddam mewakili rekan-rekannya mengaku terharu atas apresiasi dari warga. Menurutnya, kegiatan mengajar ngaji yang awalnya dilakukan sebagai bentuk pengabdian justru membawa banyak pengalaman dan pencapaian akademik.
“Sungguh dari awal kami ngajar ngaji tidak akan mengira akan menjadikan kami menjadi sejauh ini. Dari mengajar ngaji, kami usulkan program kreativitas mahasiswa, kami buat jurnal untuk dipublikasikan dan akhirnya kami diberikan kemudahan lulus 3,5 tahun. Kami berterima kasih atas doa simbah kakung putri semuanya,” ucap mahasiswa Program Studi Manajemen UMPwr tersebut.
Meski para tutor telah diwisuda, program Penuntasan Buta Al-Quran Lansia dipastikan tetap berjalan. Dukungan dari sejumlah donatur seperti Rumah Zakat, BMT Binamas, serta para guru ngaji disebut akan terus menjaga keberlangsungan program tersebut.
Salah satu peserta program, Bu Srinem, berharap para tutor tetap meluangkan waktu untuk mendampingi para lansia belajar Al-Quran.
“Mas Ahmadi mudik Kebumen, Mas Fikri ya Grabag, jauh. Tinggal Mas Saddam dan Pak Dedi, pokoknya harus meluangkan waktu ke sini. Insya Allah tahun depan simbah-simbah khotmil Quran, mas-mas guru harus hadir lho,” harapnya. (Ita)



































Comment