PURWOREJO, Hari terakhir tasyrik atau perayaan Iduladha yang ditandai dengan penyembelihan hewan kurban pada Sabtu (30/5/2026) dimanfaatkan oleh tujuh guru M.TsN 1 Purworejo. Mereka melaksanakan kurban berupa satu ekor sapi di lingkungan madrasah di wilayah Kelurahan Keseneng Kecamatan.
Ketujuh guru M.TsN1 Purworejo yang melaksanakan kurban di madrasah tersebut yakni Apri Irawan Wibowo, Anwari, Aris Kristiawan, Khusnul, Nikmah, Azizah Hanum, dan Festi Kusumaningrum. Sesuai ketentuan, mereka berkurban satu ekor sapi yang ditanggung oleh tujuh orang.
Proses penyembelihan sapi kurban disaksikan oleh Kepala M.TsN 1, H. Wahyu Tri Wijayanto. Selanjutnya daging kurban tersebut dibagikan untuk warga sekitar dan sebagian dimakan bersama keluarga besar M.TsN 1.
Menurut Wahyu, tradisi tersebut sudah berlangsung beberapa tahun terakhir. Sebelumnya madrasah melakukan praktik penyembelihan hewan kurban oleh siswa. Namun hal tersebut dianggap tidak sesuai dengan ketentuan kurban, yakni sapi ditanggung oleh tujuh orang.

“Akhirnya kami gilir tujuh guru untuk berkurban di madrasah setiap tahunnya. Lainnya melakukan kurban di lingkungan masing-masing,” ucap Wahyu saat ditemui usai penyembelihan sapi, Sabtu (30/5/2026). MTsN 1 saat ini memiliki 54 guru dan 15 karyawan.
Selain sapi, M.TsN 1 juga mendapatkan tambahan satu ekor kambing dari SMK TKM. Adapun alasan dilaksanakannya kurban di hari tasyrik terakhir, karena sebelumnya guru dan siswa baru dapat berkumpul bersama di hari Sabtu ini.
Daging kurban tersebut kemudian dibagikan oleh pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) untuk warga sekitar. Termasuk pedagang yang biasanya mangkal di lingkungan madrasah. Selanjutnya diadakan makan bersama antara guru dan pengurus OSIM M.TsN 1.
Wahyu berharap kegiatan ini semakin menyadarkan semua pihak, terutama guru, bahwa sekarang kita harus dipaksa mampu. “Karena sebetulnya banyak yang sebenarnya mampu tapi masih berpikir ulang untuk berkurban,” ujar Wahyu.
Ia menandaskan bahwa sudah sepatutnya guru M.TsN 1 memberikan contoh kepada masyarakat. Apalagi madrasah ini di bawah naungan Kementerian Agama. (Dia)



































Comment