PURWOREJO, Perolehan hasil juara Pekan Olahraga Pelajar (Popda) Kabupaten Purworejo SMPN 15 tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Jika sebelumnya sebanyak 11 medali hasil juara, tahun ini siswa siswi SMPN 15 berhasil menyabet 18 gelar juara dari berbagai cabang olahraga (cabor).
Tak hanya itu, dari hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), dua siswa siswi SMPN 15 berhasil meraih nilai 100 pada mapel Bahasa Indonesia. Keduanya yakni Muhammad Dzaka Ghifari al Fatih Kurniawan dan Mirza Aliyana. Keduanya pun mendapatkan penghargaan dari sekolah bersama tiga siswa lainnya yang meraih nilai tertinggi TKA. Penghargaan diserahkan pada acara Purnawidya Pratama, Selasa (2/6/2026) di aula sekolah.
Dalam acara tersebut, pihak sekolah juga memberikan penghargaan untuk siswa berprestasi akademik. Kepala SMPN 15 Purworejo, Nurhayati menyerahkan penghargaan untuk siswa siswinya yang berprestasi tersebut.
Ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (3/6/2026),
Nurhayati menyampaikan rasa bangga dan syukur atas capaian siswa siswi SMPN 15. Dalam hal penghargaan untuk siswa berprestasi Popda telah diserahkan pada momen Hari Pendidikan Nasional bulan Mei lalu.
Nurhayati menyebutkan, keberhasilan memperoleh hasil juara Popda itu tidak terlepas dari peran siswa kelas 9 yang ditahun ini ikut dalam event olahraga pelajar tersebut. Selain itu juga adanya cabor baru yang baru diikutsertakan tahun ini. Yakni panjat tebing yang menyumbangkan empat medali dan atletik lima medali.

“Kami menerapkan kebijakan agar siswa kelas 9 boleh mengikuti Popda. Selain itu ada dua cabor baru yang baru kami ikuti tahun ini, yakni panjat tebing dan atletik yang bisa menyumbang beberapa medali,” ucap Nurhayati.
Terkait pelaksanaan Purnawidya Pratama, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni digagas oleh paguyuban wali siswa. Pihak sekolah hanya menjadi pendamping. Ia pun bersyukur, acara yang dikomadoi oleh Edy Yuniarta selaku koordinator paguyuban orangtua
tersebut dapat berjalan lancar.
Kepada siswa kelas 9 yang telah lulus sekolah, ia berharap mereka akan mendapat sekolah sesuai keinginannya. Juga mampu membawa nama baik serta membanggakan dimanapun mereka berada.
“Siswa sudah menginjak usia baligh, dimana segala keputusan dan tindakan harus sudah dipertimbangkan baik buruk dan risikonya. Siswa harus juga menyadari bahwa setiap tahapan dan capaian proses kehidupan tidak lepas dari campur tangan Allah,” pesan Nurhayati.
Ditandaskannya, agar siswa menjadi sukses, selain iktiar juga harus disertai doa. Selain itu jangan melupakan doa dan restu orang tua yang selalu menyertai proses tumbuh kembang serta keberhasilan mereka. (Dia)



































Comment