PURWOREJO, Sebanyak 160 pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPAC FKDT) se-Kabupaten Purworejo dikukuhkan oleh Ketua DPC Muhamad Churdaini. Pelantikan yang diadakan di Aula Kantor Kemenag pada Minggu (24/5/2026) itu dihadiri sejumlah pejabat.
Diantaranya Asisten 1 Sekda1 Ahmad Jainudin mewakili Bupati, Kabag Kesra, Nur Huda, dan Kasi Pakis Kantor Kemenag, Ismu Hayadi. Termasuk juga anggota DPRD Komisi IV, H. Muh Dahlan.
Acara pelantikan dirangkai dengan seminar kebangsaan yang membahas beberapa poin penting terkait peran serta keberlanjutan Diniyah Takmiliyah.
Dalam seminar kebangsaan tersebut, Churda ini menekankan bahwa sebuah organisasi semacam FKDT, haruslah kuat. Yakni didasari rasa ikhlas dan perjuangan. “Menjadi pengurus FKDT dan guru madrasah diniyah (madin) memang tidak ada honor atau nominal yang sepadan, dibanding dengan tujuannya. Yakni untuk mencerdaskan anak bangsa yang berakhlakul karimah,” ucapnya.
Hal itu menurut Churdaini, berbeda dengan sekolah formal seperti MI dan M.Ts. Selaku Ketua DPC FKDT, dirinya mengajak pengurus DPAC dan guru ngaji untuk menguatkan jiwa dan raga menghadapi kendala internal dan eksternal. Sehingga tujuan membentuk insan berakhlakul karimah yang bermanfaat khususnya bagi Purworejo dapat terwujud.
Selain itu, Churdaini menyoroti kendala ekternal yang dihadapi pengurus DPAC. Yakni belum adanya nilai plus atau poin khusus terhadap piagam yang diterima siswa MI yang mengikuti madin berupa pendalamam agama atau mengaji pada sore hari.

“Kami berharap agar ijazah madin mereka bisa memiliki nilai plus atau poin khusus saat mereka mendaftar ke M.Ts atau SMP. Ini supaya dapat memotivasi mereka agar lebih semangat belajar agama di madin,” tegas Churdaini.
Ia menegaskan bahwa hal ini menjadi PR besar bersama, khususnya bagi Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta pemda agar anak-anak MI bisa menjadi lebih semangat belajar agama.
Di satu sisi, pihaknya memberikan apresiasi atas dukungan pemda terkait adanya intensif untuk guru ngaji, termasuk guru madin. Menurut Churdaini, reward ini dapat memotivasi mereka. Ia berharap jumlah penerima reward bisa lebih ditingkatkan lagi di masa mendatang.
Adapun Kemenag Purworejo melalui Kasi Pakis, Ismu Hayadi membahas tentang pendataan administrasi madin melalui sistem EMIS atau
Education Management Information System, (EMIS). Ini merupakan gerbang data pendidikan Kementerian Agama.
Ismu menyebutkan, dari 259 madin yang ada di Purworejo, baru sekitar 50-an yang terdata di EMIS. Ia berharap jumlahnya bisa bertambah melalui pengisian data administrasi.
Asisten 1 Sekda pun mengapresiasi adanya forum diniyah takmiliyah yang memiliki tugas mulia.Yakni menguatkan pemahaman keagamaan untuk anak MI dan mengembangkan akhlakul karimah.
Mewakili pemda, Jainudin menyatakan dukungan atas dilantiknya pengurus DPAC FKDT. Menurutnya, kegiatan ini yang sejalan dengan visi misi Bupati Purworejo untuk membentuk generasi yang religius. (Dia)



































Comment