PURWOREJO, Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan (Wilcambidik) Banyuurip membuat gebrakan saat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026. Berbsgai kegiatan digelar untuk memperingati Hardiknas, berupa lomba mewarnai tingkat TK, pentas seni TK dan SD, bazar guru dan wali mudrid, serta peduli ASN. Puncaknya berupa peluncuran buku antologi karya 24 siswa berjudul Lentera Imaji Anak Indonesia.
Peluncuran buku karya siswa SD ini dilakukan oleh Kadisdikbud Yudhie Agung Prihatno didampingi Camat Banyuurip sekaligus Bunda PAUD Galuh Bakti Pertiwi. Korwilcambidik Banyuurip Ika Mery Widharningsih dan Kabid Perpustakaan Dinpusip Sigit Sudibyo turut mendampingi pada acara yang diadakan di Gedung Kesenian, Sabtu (2/5/2026).
Selanjutnya buku tersebut diserahkan ke Dinpusip untuk menjadi salah satu koleksi bacaan di sana. Kadisdikbud pun memberikan apresiasi kepada Wilcambidik Banyuurip yang menyelenggarakan kegiatan kecamatan selevel tingkat kabupaten.
Menurutnya, Korwilcambidik Banyuurip telah menunjukkan kegiatan positif yang prosesnya adalah meningkatkan literasi siswa. Karena menulis tidak hanya menyampaikan imajinasi semata. Anak-anak didorong agar dapat meningkatkan literasi.
“Kita berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas seremoni, tetapi bisa mengikuti dinamika yang semakin terasa, terlebih di zaman kemajuan informasi. Dunia pendidikan pun harus bisa menyesuaikan. Termasuk mengkolaborasikan program pemerintah seperti pembelajaran mendalam, 7 Kebiasaan Anak Hebat, serta percepatan digitalisasi,” ucap Yudhie.
Untuk itu diperlukan dukungan guru, termasuk juga dalam hal peningkatan literasi baik membaca maupun menulis.
“Peran guru saat ini sangat luar biasa di tengah situasi yang tidak biasa,” ujarnya.

Yudhie juga menyinggung tentang jumlah guru di Purworejo yang belum juga bertambah. Namun ia mengingatkan agar guru harus tetap mempertahankan kualitas meskipun tanpa menambah kuantitas. Dianya berharap agar kegiatan ini bisa diikuti kecamatan lain, yang membuktikan kolaborasi nyata antara guru, siswa, dan orang tua.
Dalam kesempatan itu juga diserahkan tali asih untuk guru ASN di Wilcambidik Banyuurip.
Korwilcambidik Banyuurip pun menjelaskan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau sekolah semata. Tetapi merupakan tanggung jawab bersama, yakni orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen bangsa.
“Melalui kegiatan Gebyar Hardiknas Wilcambidik Banyuurip 2026 ini, kami berupaya menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan potensi mereka melalui warna, seni, dan literasi.
Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang bermutu, kreatif, dan menyenangkan, khususnya di lingkungan Wilcambidik Banyuurip,” tegas Ika Mery.
Menurutnya, momentum ini menjadi penguat semangat kebersamaan untuk terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan. Dengan langkah kecil yang dilakukan bersama, mimpi besar dapat diwujudkan, yakni pendidikan bermutu untuk semua.
Ika menyebutkan, di Wilcambidik Banyuurip terdapat 27 PAUD, 28 TK, dan 20 SD. Sedangkan lomba mewarnai diikuti 54 anak dari TK yang ada di Banyuurip. Acara juga dimeriahkan oleh talkshow dari perwakilan penulis buku anak. (Dia)



































Comment