PURWOREJO, SLB Negeri Purworejo menjadi tuan rumah lomba ketrampilan, seni, dan olahraga siswa khusus se-Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah IX Provinsi Jawa Tengah. Tiga rumpun utama kompetisi sekaligus, dilombakan dalam kegiatan yang berlangsung pada Selasa (21/4/2026). Yakni FLS2N (Festival & Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional), LKSN (Lomba Keterampilan Siswa Nasional), dan O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional).
Kepala SLB Negeri Purworejo, Ripto Utomo dalam laporannya saat acara pembukaan menyebutkan, selain SLB Negeri Purworejo, dua lokasi lomba lainnya yakni SLB Karyabakti dan Alun-alun Purworejo.
Selanjutnya ia merinci, rumpun FLS2N ada 17 cabang lomba. Meliputi Gambar Bercerita, Menyanyi jenjang SDLB, SMPLB dan SMALB, Mewarnai, Bercerita, Cipta Baca Puisi, Cipta Komik Strip. Berikutnya Desain Grafis, Film Pendek, Fotografi, Melukis, Pantomim, MTQ, Fashion Show, Pencak Silat, Menari, dan Seni Peran.
LKSN, yang merupakan lomba khusus untuk peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) dengan berbagai jenis keterampilan vokasi, meliputi delapan cabang lomba. Yakni Tata Kecantikan, Tata Boga, Tata Busana, Kriya Kayu, Souvenir, Pijat Acupressure, TI, dan Membatik.
“Sedangkan O2SN ada lima cabang lomba, yakni Lari 100m, Lompat Jauh Putri, Bulu Tangkis, Bocce, dan Tenis Meja,” kata Ripto.
Adapun jumlah peserta lomba sebanyak 208 siswa dari 15 SLB se-Cabdindik WilayahIX. Kegiatan ini pun melibatkan 75 juri yang berasal dari tenaga profesional, praktisi seni, dan pelatih olahraga berlisensi. “Hal ini perlu, untuk menjaga objektivitas penilaian,” imbuh Ripto.

Selain Kacabdindik Wilayah IX, Maryanto, acara pembukaan juga dihadiri Pengawas SLB Slamet, Kasie SLB Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, Titi Nuraini. Juga Ketua MKKS SLB Endah Dwi Hastuti, dan Kepala SLB Negeri dan swasta di wilayah Cabdin IX.
Maryanto, sesaat sebelum membuka lomba menyebutkan, Purworejo merupakan anggota baru di Cabdindik IX yang sebelumnya merupakan Cabdindik VIII. Dirinya pun mengapresiasi semua pihak yang telah melaksanakan program kerja Cabdin IX.
Menurutnya, lomba di tingkat sekolah merupakan ajang bergengsi di jajaran pendidikan khusus karena berjenjang.
Para peserta pun telah melalui seleksi sebelumnya di tingkat sekolah masing-masing.
“Lomba ini merupakan apresiasi kepada anak didik khusus untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Meskipun orang tua tidak muluk muluk, hanya supaya mereka bisa mandiri,” kata Maryanto.
Dirinya juga mensupport para guru dengan menyatakan bahwa mendidik ABK harus diniati dengan ibadah. Mereka punya potensi yang tidak dimiliki orang normal.
“Kita berikan karpet merah kepada siswa untuk mengembangkan potensi mereka,” lanjut Maryanto.
Bersama rombongan, ia meninjau pelaksanaan lomba di SLB Negeri Purworejo. Diantaranya membatik, Pantomim, dan tata Busana atau menjahit. (Dia)



































Comment