PURWOREJO, Kabar gembira bagi para atlet Porprov Kabupaten Purworejo yang nantinya berhasil memperoleh medali pada ajang olahraga bergengsi level Jawa Tengah tersebut. Pemkab melalui Ketua KONI Purworejo, Muhamad Abdullah berjanji akan memberikan insentif bulanan selama empat tahun bagi para peraih medali baik emas, perak, maupun perunggu di ajang Porprov tahun 2026.
“Mulai tahun 2027, siapapun atlet dari cabang olahraga apapun yang memperoleh medali emas, perak, maupun perunggu akan kita berikan insentif bulanan selama empat tahun,” ucap Muhamad Abdullah saat menyampaikan sambutan pada acara pembekalan kepada para atlet dan ofisial Porprov Kabupaten Purworejo, Minggu (20/9/2026).
Dijelaskan bahwa nominal insentif akan berbeda antara peraih medali emas, perak, atau perunggu. Sedangkan besarnya nominal insentif tersebut akan dibahas lebih lanjut dengan Pemkab selaku sumber pemberi anggaran melalui APBD.
Abdullah pun menyebutkan pertimbangan adanya pemberian insentif tersebut. Pertama, yakni karena beberapa daerah lain sudah melakukan hal serupa. Kedua, adalah untuk mengantisipasi atau mencegah para atlet berprestasi pindah daerah lain, seperti yang sudah terjadi sebelumnya.
“Karena mereka merasa apa yang didapat oleh daerah lain lebih besar daripada di Purworejo. Sehingga insentif yang akan kita berikan itu agar para atlet kita yang potensial kemudian tidak tergiur untuk pindah ke daerah lain,” jelas Abdullah.
Ketiga, adalah untuk memotivasi para atlet agar mereka menciptakan prestasi terbaik. “Karena ada perhatian dari pemda sehingga memotivasi mereka, baik itu latihannya, apalagi pada saat bertanding di arena Porprov,” imbuh Abdullah.
Selain itu, ia menyebutkan, selama penyelenggaraan Porprov, baru kali ini para atlet mendapatkan uang transport selama enam bulan berturut-turut dengan nominal bervariasi mulai Rp600 ribu hingga Rp900 ribu/bulan.
“Yang membedakan nominalnya adalah dalam hal prestasi. Bagi yang belum pernah dapat medali mendapatkan Rp 600ribu. Sedangkan yang sudah pernah mendapatkan medali emas Rp900 ribu, perak Rp800 ribu, dan perunggu Rp700ribu,” rinci Abdullah.

Kepada para atlet, Abdullah berpesan agar mulai saat ini hingga menjelang pelaksanaan Porprov jangan ada yang pindah dari Kabupaten Purworejo. Hal itu karena proses administrasi telah selesai dilakukan.
Ketua KONI pun kembali menegaskan bahwa Kabupaten Purworejo memang secara fasilitas kalah dengan beberapa daerah lain. Namun demikian ia menyatakan bahwa dari sisi kesejahteraan bagi para atlet, Kabupaten Purworejo masih lebih baik dari daerah lainnya.
“Kita boleh kalah fasilitas, tapi tidak boleh kalah semangat, karena Purworejo adalah harga diri kita. Kita boleh tertinggal, tapi mental juara tidak boleh kita tinggalkan,” tegasnya.
Kepada para atlet ia berpesan agar mereka dapat menjaga kondisi fisik. Termasuk agar membiasakan satu jam sebelum bertanding dan sebelum tidur harus sudah lepas HP. Juga agar para atlet mengurangi aktivitas malam yang tidak perlu sehingga dapat cukup istirahat.
Dalam kesempatan itu, Ketua KONI juga memberikan apresiasi kepada anggota DPRD yang hadir dan memberikan perhatian serta dukungan kepada para atlet dan ofisial.
Pada Porprov kali ini, tercatat sebanyak 186 atlet dan ofisial yang didampingi 56 panitia. Hal itu karena lokasi venue di beberapa kabupaten di luar Semarang Raya. Mereka pun diserahkan kepada ketua kontingen, yakni Wakil Bupati Dion Agasi yang diminta menbina dan memimpin kontingen Purworejo. (Dia)


































Comment