PURWOREJO, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo mengembangkan Sistem Informasi Pembiayaan Jaminan Kesehatan (Sibijak) yang memungkinkan proses pelayanan dilakukan melalui fasilitas kesehatan terdekat. Mengurus pembiayaan jaminan kesehatan kini bisa lebih dekat dengan masyarakat.
Inovasi tersebut menjadi salah satu dari dua sistem digital yang dikembangkan Dinkesda Purworejo. Selain Sibijak, terdapat Sistem Informasi Manajemen Obat (SIMO V.3) yang dirancang untuk memperkuat pengelolaan obat program melalui pemanfaatan data.
Plt Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo,dr. Sudarmi, menjelaskan bahwa kedua inovasi tersebut memiliki sasaran berbeda, tetapi sama-sama diarahkan untuk mendukung pelayanan dan tata kelola kesehatan yang lebih efektif.
Sibijak dikembangkan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses proses pembiayaan jaminan kesehatan.
“Melalui Sibijak, masyarakat tidak perlu lagi datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk mengurus proses pembiayaan jaminan kesehatan. Proses pelayanan dapat dilakukan melalui fasilitas kesehatan terdekat,” ungkap Sudarmi.
Pihaknya menambahkan, berbeda dengan Sibijak yang berfokus pada akses pelayanan masyarakat, SIMO V.3 diarahkan untuk memperkuat pengelolaan obat program di Kabupaten Purworejo.
Menurut Sudarmi, sistem ini dikembangkan bukan sekadar sebagai sarana pencatatan, melainkan menjadi command system yang membantu pengelola memantau kondisi obat secara lebih menyeluruh.
Informasi yang tersedia mencakup stok, distribusi, pemanfaatan, hingga obat-obatan yang mendekati masa kedaluwarsa. Data tersebut menjadi dasar untuk melakukan pemantauan sekaligus menentukan langkah tindak lanjut sesuai kondisi di lapangan.
“SIMO V.3 tidak hanya berfungsi sebagai sistem pencatatan, tetapi dikembangkan sebagai command system pengelolaan obat,” tambahnya.
Dari sisi fitur, SIMO V.3 juga dilengkapi fasilitas cetak kartu stok dalam format PDF maupun Excel, pengunduhan data, serta deteksi obat yang mendekati kedaluwarsa.
Keberadaan fitur tersebut mendukung pengelola dalam memperoleh informasi persediaan obat dan menindaklanjuti kondisi yang memerlukan perhatian.
Dengan demikian, digitalisasi di sektor kesehatan tidak hanya menyentuh aspek administrasi, tetapi juga berkaitan dengan kemudahan akses masyarakat serta pengelolaan program kesehatan yang lebih terukur. (Ita)


































Comment