PURWOREJO, Enam dari 18 program studi (prodi) yang ada di Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPwr) sudah terakreditasi Unggul. Hal ini dapat menjadi modal bagi UMPwr untuk meraih akreditasi Unggul bagi institusi dengan adanya aturan minimal 10 persen dari jumlah prodi yang terakreditasi Unggul.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) VI, Prof. Dr. Aisyah Endah Palupi saat menyampaikan sambutannya dalam Sidang Senat Terbuka Milad ke-62 Universitas Muhammadiyah Purworejo. Dalam acara yang dihelat di Auditorium UMPwr pada Kamis (24/9/2026), Prof. Aisyah menyampaikan beberapa catatan penting untuk persiapan akreditasi institusi yang akan dilakukan pada awal tahun 2027.
“UMPwr merupakan enam dari 216 PTS di Jawa Tengah yang akan dikawal menuju (akreditasi) Unggul,” ucap Ketua LL Dikti disambut aplaus meriah dari peserta yang hadir dalam acara tersebut.
Selanjutnya, ia pun menyebutkan beberapa hal yang mesti dipersiapkan oleh UMPwr saat akreditasi. Termasuk memastikan akses wifi tidak rewel dan kebersihan sarpras, mulai hal terkecil seperti kamar mandi atau toilet.
Selain adanya batasan minimal prodi yang sudah terakreditasi Unggul dan telzlh dilampaui UMPwr, persiapan lainnya terkait SDM yakni dosen dengan capaian tertentu. “Dari 128 dosen UMPwr aturannya 10 persen harus sudah guru besar dan lektor kepala. Ini sudah masuk, karena 16 dosen lektor kepala dan empat profesor,” sebut Prof. Aisyah.
Tak hanya itu, dirinya juga menyebutkan dan menanyakan kesiapan prodi yang akan habis masa akreditasinya. Yakni S2 Pendidikan Matematika, S1 Agrobisnis, S1 Peternakan, S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, dan S1 Teknik Sipil.
Satu per satu dosen yang dianggap belum menyelesaikan jabatan fungsionalnya pun disebutnya. Termasuk ditanya alasan dan kesanggupan untuk segera menyelesaikannya.
“Milad ini kan sebagai ajang refleksi diri. Maka saya mengingatkan kepada dosen agar punya tanggung jawab untuk membesarkan prodinya. Caranya, dengan menempuh pendidikan tinggi untuk meningkatkan kualitas dan Tri Dharma Perrguruan Tinggi,” tegas Prof. Aisyah.
Ia juga menegaskan bahwa peran dosen tidak boleh digantikan oleh AI. Termasuk juga tuntutan kepada dosen untuk menghasilkan lulusan yang berdampak dan tersalurkan ke dalam dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Adapun Rektor UMPwr, Dr.Teguh Wibowo dalam laporannya antara lain menyebutkan progres kampus selama satu tahun terakhir. Diantaranya capaian kinerja yang melampaui target 100 persen pada lima aspek, tertinggi pada Bidang
Kerja Sama mencapai 299 persen.
Menurutnya, hasil evaluasi tahun 2026 tidak hanya digunakan untuk mengukur tingkat pencapaian target. Tetapi juga menjadi dasar dalam perencanaan tindak lanjut penguatan sumber daya, optimalisasi program, dan peningkatan efektivitas kinerja secara berkelanjutan.
Di bidang kelembagaan, saat ini ada enam prodi yang mendapatkan status akreditasi Unggul. Yakni Prodi Manajemen, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Tekik Otomotif, PGSD, dan Magister Pedidikan Bahasa Inggris.Dalam milad kali ini, orasi ilmiah disampaikan oleh Sofwan Dedy Ardyanto, seorang anggota DPR RI Fraksi PDIP.

Dalam forum tersebut, ia membahas tagline UMPwr yakni Tumbuh, Tangguh, dan Berpengaruh. Dirinyaberharap agar kehadirannya juga dapat membawa hasil terutama bagi para mahasiswa sebagai generasi penerus.
Selanjutnya Sofwan bertutur bahwa dalam diksi Tumbuh, Tangguh dan Bertumbuh kata kuncinya pada tumbuh yang harus terus dijaga agar menjadi tangguh dan akan membawa pengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Adapun dari Majelis Diktilibang PP Muhammadiyah, Prof Sutrisno antara lain mengatakan bahwa laporan Rektor merupakan bahan muhasabah atau evaluasi. “Evaluasi dari LL Dikti dan juga tambahan spirit dari anggota DPR menjadi modal untuk memperbaiki diri. Juga untuk menindaklanjuti hal-hal yang perlu disampaikan atau dikomunikasikan kepada PP Muhammadiyah Majelis Diktilibang,” ujar Prof. Sutikno.
Termasuk yang disampaikan Bupati terkait lokasi Purworejo khususnya UMPwr yang strategis, menjadi modal kerjasama dengan luar negeri. Terutama dengan adanya bandara internasional yang letaknya tidak jauh dari Purworejo.
Pembukaan prodi baru menurutnya, menyumbangkan jumlah mahasiswa yang signifikan. Untuk itu dirinya mendorong agar UMPwr melakukan hal serupa.
Pada momen Milad kali ini pihak universitas memberikan penghargaan kepada mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Juga penghargaan untuk prodi unggulan. (Dia)


































Comment