PURWOREJO, Pekarangan rumah jangan dibiarkan kosong. Di tangan masyarakat, lahan kecil di sekitar rumah bisa menjadi apotek hidup sekaligus uji membuka peluang ekonomi keluarga.
Gagasan tersebut sedang dikembangkan Pemerintah Kecamatan Purworejo melalui inovasi “Gema Cintamo” (Gerakan Masyarakat Pecinta Tanaman Obat).
Program ini mendorong warga memanfaatkan lahan pekarangan untuk membudidayakan tanaman obat yang memiliki manfaat kesehatan maupun nilai ekonomi.
Kegiatan Gema Cintamo diawali dengan pelatihan di Kelurahan Keseneng pada Rabu (16/9/2026). Warga mendapatkan orientasi mengenai inovasi tersebut.
Materi pembekalan disampaikan oleh perwakilan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Purworejo, Deni Haryanto dan Vita Purwaning Hapsari. Pembekalan tidak hanya mengenalkan jenis tanaman obat, tetapi juga membahas teknik penanaman, penyiapan media tanam hingga perawatannya.

Cabai jawa menjadi salah satu tanaman yang diperkenalkan karena memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman herbal.
Tidak hanya diberikan teori, peserta kemudian diajak langsung mempraktikkan teknik budidaya tanaman pada Kamis (17/9/2026). Salah satunya melalui praktik penyiapan media tanam dan penanaman cabai jawa di lokasi budi daya.
Menariknya, Gema Cintamo tidak hanya mengenalkan tanaman obat, namun juga tanaman yang memiliki prospek ekonomi, salah satunya kacang sacha inchi.
Praktisi sekaligus pebisnis sacha inchi asal Bagelen, Dimas Nanang dan Saraswati, berbagi pengetahuan mengenai manfaat, teknik budidaya hingga peluang pemasaran komoditas tersebut.
Camat Purworejo Kusairi, berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan tersebut. Warga diharapkan dapat langsung mempraktikkannya dan mengembangkan budidaya tanaman obat secara berkelanjutan.

“Harapannya, ilmu yang sudah diperoleh ini bisa dipraktikkan oleh peserta. Jangan berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi terus dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Kusairi.
Ia juga meminta Tim Inovasi “Gema Cintamo” terus melakukan pendampingan kepada peserta. Menurutnya, pendampingan penting agar inovasi tersebut tidak hanya berjalan pada tahap awal, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tim Inovasi juga kami minta terus mendampingi peserta agar ‘Gema Cintamo” ini bisa berjalan maksimal dan memberikan manfaat bagi warga,” katanya.
Kusairi menilai tren gaya hidup sehat berbasis tanaman herbal juga menjadi peluang yang dapat dikembangkan masyarakat.
“Sekarang tren hidup sehat dengan memanfaatkan tanaman herbal semakin berkembang. Ini menjadi peluang yang bisa kita manfaatkan, termasuk melalui pengembangan cabai jawa, sehingga tidak hanya mendukung kesehatan tetapi juga bisa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya
Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Purworejo, dan Lurah Keseneng turut hadir dalam kegiatan tersebut. (Ita)


































Comment