PURWOREJO, Kemampuan siswa siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purworejo dalam menghasilkan karya keterampilan patut diacungi jempol. Dengan keterbatasan yang dimiliki, mereka mampu berkarya seperti halnya manusia lainnya.
Seperti keterampilan membatik yang dihasilkan siswa tuna rungu dan tuna grahita. Tak hanya bisa menghasilkan batik jumputan, mereka juga mampu membuat batik cap dan tulis dengan corak yang menawan. Hasil batik jumputan dan tulis tersebut dijual Rp 120 ribu hingga Rp150 ribu dengan panjang kain 2,5 meter.
Humas SLBN Purworejo, Fersiana Wulandari menyebutkan, hasil karya batik tersebut juga beberapa kali ikut ajang pameran di beberapa sekolah dan instansi. Seperti saat lustrum SMPN 1 dan ulang tahun SMAN 1 dan SMAN 2. Termasuk dipromosikan melalui medsos.
Untuk menghasilkan satu lembar kain batik jumputan ditargetkan dua hari, dikerjakan berkelompok berisi lima siswa. Sedangkan untuk batik tulis dikerjakan dua minggu. Tercatat sebanyak 15 anak yang terdaftar di Kelas Membatik, berasal dari siswa SMP dan SMA.
Tak hanya itu, para siswa SLB lainnya juga mampu menjahit mulai dari daster, rok, kaos, mukena, serta aneka jahitan dari kain kecil. Seperti kain tempat tisu, sarung bantal dan guling, celemek, pouch, dan tatakan dari kain.
Produk lainnya berupa kerajinan tangan yang dihasilkan dari kelas kriya. Seperti gantungan kunci dari manik-manik, tasbih, kipas, bunga plastik, dan tas.
“Dari kelas tuna grahita, mereka bisa menghasilkan batik, tapi masih dalam bentuk yang kecil-kecil versi mini. Kita buat bagaimana caranya ini untuk bisa dipamerkan. Akhirnya kita tempelkan di kaos,” kata Fersiana di sela acara Bazar Hasil Karya Siswa yang digelar di gazebo sekolah, Rabu (13/8/2026).

Selain jtu ada juga karya batik yang masih kurang layak untuk dipamerkan. “Kita alihkan fungsinya supaya bisa bermanfaat, menjadi souvenir seperti kipas,” imbuhnya. Dalam bazar tersebut juga dijual hasil karya kelas boga berupa telur asin dan beberapa macam kue yang langsung dibuat oleh para siswa.
Lebih lanjut Fersiana menjelaskan, acara bazar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan
sosialisasi mewujudkan sekolah berintegritas. “Jadi sasarannya seteru utamanya adalah orang tua wali murid yang baru dan perwakilan dari setiap kelas,” lanjutnya.
Momen ini, menurutnya, tepat dilakukan agar orang tua siswa dapat menyaksikan hasil karya putra-putri mereka selama bersekolah di SLBN Purworejo. Kegiatan keterampilan siswa dilakukan setiap hari Rabu dan Kamis untuk siswa SMP dan SMA di sekolah tersebut.
Keterampilan lain yang diberikan sekolah kepada siswa yakni mencuci sepatu dengan teknis khusus dan cuci motor. Juga keterampilan membuat paving, termasuk yang dipasang di halaman sekolah.
Melalui kegiatan seperti ini pihaknya berharap agar orang tua siswa dapat melihat hasil karya putra putri mereka. Yakni agar anak-anak lebih bisa mandiri, setelah lulus mereka mempunyai bekal untuk hidup.
Terkait hal tersebut, Kepala SLBN Purworejo Ripto Utomo menyampaikan tanggapannya. Ditemui di ruangannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil dari pembelajaran atau edukasi yang dilakukan selama siswa berada di sekolah.
Diharapkan nantinya akan bisa bermuara pada pembekalan kemandirian siswa dengan berbagai macam keterampilan yang diberikan kepada mereka.
“Intinya agar para peserta didik atau orang tua murid tidak ragu dan yakin serta tambah semangat menyekolahkan anaknya di sini. Terutama dengan berbagai macam fasilitas dan ekstra keterampilan yang ada di SLB ini,” tandas Ripto. (Dia)







































































Comment