PURWOREJO, Sebanyak 80 pelajar SMAN 6 Purworejo mengikuti Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Generasi Muda pada Selasa (11/8/2026). Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Purworejo di aula SMAN 6 ini dihadiri Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi yang menjadi pembicara inti. Selain juga tiga pemateri lain dari berbagai profesi.
Kepala SMAN 6, Niken Wahyuni menyatakan rasa bahagia dan bangga SMAN 6 dipilih sebagai tempat dilaksanakannya Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Generasi Muda. “Bagi kami, kehadiran Wabup Mas Dion juga sebagai penyemangat para siswa,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.
Selain itu, menurutnya, melalui sosialisasi semacam ini diharapkan akan dapat memperbaiki karakter dan wawasan kebangsaan siswa, serta menjadi pendidikan politik bagi mereka yang akan menjadi pemilih pemula tahun 2029.
Dalam kesempatan itu, Wabup Dion mengajak para peserta agar punya skill komunikasi. Hal tersebut menjadi salah satu prasyarat agar sukses. Yakni melalui relasi atau hubungan personal yang ditunjang dengan kemampuan atau skill.
Disebutkan pula bahwa setiap pengisian posisi politik diisi oleh orang-orang kepercayaan. “Kepada adik-adik ini, saya pesan tiga hal. Pertama, jaga kesehatan, kedua jaga pikiran tetap solutif, dan ketiga jaga hati tetap gembira,” kata Dion.
Ia juga menegaskan bahwa sekolah merupakan Kawah Candradimuka untuk menggembleng cita-cita yang akan datang.
Tiga pemateri dalam sosialisasi tersebut yakni pimpinan LSM Surya Mentari Semesta, Arbaah Mintaraga, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU, Margareta Rga Rindu, dan jurnalis Yudia Setiandini.
Arbaah atau yang akrab disapa Yosi, menyampaikan materi tentang Pelajar Melek Politik. Yosi diantaranya menyampaikan tentang masa depan para pelajar di masa mendatang yakni saat pemilu. Di sekolah, mereka belajar berdemokrasi melalui pemilihan Ketua OSIS (Pilketos).
Margareta Rindu dari KPU melalui materinya tentang Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Berkelanjutan, menyebutkan bahwa Gen Z berperan sebagai agen perubahan. Ia mengajak agar pelajar SMAN 6 mengikuti kegiatan sosial dan dapat melek politik serta siap menjadi pemilih yang cerdas.

Di akhir materi disampaikan oleh Yudia yang membahas Gen Z yang harus Cermat Memilah dan Memilih. Baik untuk pemimpin maupun media sosial, termasuk berhati-hati dalam penyebaran informasi.
Terkait sosialisasi tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Purworejo, Puguh Triatmoko mengatakan, pendidikan politik bagi generasi muda merupakan investasi penting bagi masa depan demokrasi dan kehidupan berbangsa.
“Generasi muda bukan hanya sebagai objek pembangunan, tetapi harus dipersiapkan menjadi subjek yang mampu berpartisipasi secara aktif, cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi,” ucap Puguh.
Melalui kegiatan pendidikan politik ini, pihaknya ingin memberikan pemahaman bahwa politik tidak semata-mata berbicara mengenai pemilu atau partai politik, tetapi juga menyangkut bagaimana setiap warga negara memahami hak dan kewajibannya, menghargai perbedaan pendapat, menyampaikan aspirasi secara santun, serta ikut mengambil bagian dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Di era digital seperti sekarang, tantangan generasi muda semakin kompleks. Arus informasi yang sangat cepat harus diimbangi dengan kemampuan literasi politik dan literasi digital.
Anak-anak muda harus mampu membedakan informasi yang benar dengan hoaks, tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah persatuan, serta tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai alasan untuk bermusuhan.
“Kami berharap pendidikan politik ini mampu membentuk generasi muda Purworejo yang memiliki karakter kebangsaan, memahami nilai-nilai Pancasila, menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, serta memiliki kesadaran untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI.
Generasi muda harus berani menjadi pemilih yang cerdas, bukan sekadar pemilih yang ikut-ikutan. Juga menjadi pengguna media sosial yang bijak, bukan penyebar informasi yang belum terverifikasi. Serta menjadi generasi yang kritis terhadap kebijakan, tetapi tetap santun dalam menyampaikan pendapat.
“Pada akhirnya, kami ingin pendidikan politik ini melahirkan generasi muda yang tidak apatis terhadap politik, tetapi juga tidak terjebak dalam politik praktis yang memecah belah. Jadilah generasi yang memiliki idealisme, integritas, kepedulian, dan keberanian untuk memberikan kontribusi positif bagi daerah,” tandasnya. (Dia)







































































Comment