BAYAN, Langkah inovatif dilakukan STIE Rajawali Purworejo melalui workshop Bina Talenta Indonesia (BTI). Bertema Diktisaintek Berdampak untuk Penguatan Ekosistem UMKM dan Social Entrepreneurship di Kabupaten Purworejo, workshop yang digelar di Kampus STIE Rajawali Purworejo, Rabu (5/8/2026) ini menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI, Bramantyo Suwondo.
Ketua penyelenggara kegiatan, Bambang Supoyo menyampaikan, workshop yang diikuti 100 peserta ini merupakan bagian dari implementasi program Kemdiktisaintek dalam mendorong peran aktif perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat, yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” kata Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan STIE Rajawali ini.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan yang diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa STIE Rajawali ini terselenggara atas komitmen Kemdiktisaintek dalam menjalankan amanat yang diberikan sesuai dengan Misi Asta Cita dan 17 Program Prioritas Pemerintah. Yakni melalui Transformasi Diktisaintek sebagai pusat solusi nyata bagi Masyarakat yang melampaui peran penelitian dan pengajaran atau Paradigma Diktisaintek Berdampak.
“Melalui paradigma ini, Kemendiktisaintek mendorong perguruan tinggi untuk menjadi motor transformasi sosial ekonomi, menghasilkan inovasi yang relevan, dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Bambang.
Ia menjabarkan bahwa Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) yang dibentuk pada Oktober 2024 di bawah Kemdiktisaintek memiliki tugas fungsi merumuskan, mengoordinasikan, dan menyinkronkan kebijakan riset, pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, untuk memperkuat komitmen pada mutu publikasi ilmiah, integritas akademik, dan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi Diktisaintek Berdampak, Ditjen Risbang akan menyelenggarakan kegiatan Workshop Bina Talenta yang berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI pada tahun 2026.
Secara rinci ia menyebutkan tujuan diadakannya BTI ini. Selain untuk meningkatkan kualitas serta arah kebijakan dan program Kemdiktisaintek, juga meningkatkan kualitas lendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia. “Ini penting untuk menghasilkan capaian yang berdampak nyata bagi masyarakat luas serta mendukung visi Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Selain itu, workshop BTI juga dilakuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam memecahkan masalah bagi bangsa, serta mengarahkan riset dan inovasi menuju hilirisasi dan kemajuan daerah.
Tak hanya itu, menurut Bambang, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kolaborasi strategis lintas sektor agar kampus dapat menjadi pusat solusi dan inovasi.
Melalui kegiatan ini nantinya diharapkan akan ada peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan tinggi . Serta lahirnya capaian akademis, riset, dan teknologi yang mutunya diakui serta memiliki dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Bambang juga menguraikan bahwa
transformasi hasil penelitian akademik menjadi produk atau kebijakan praktis yang siap digunakan di masyarakat dan industri. “Perguruan tinggi menjadi pusat solusi nyatapenguatan peran kampus sebagai motor penggerak inovasi lokal yang responsif terhadap kebutuhan riil di sekitarnya,” ungkapnya.
Melalui kebijakan kementerian yang lebih adaptif dan tepat sasaran, akan memberikan pemahaman dan menjaring masukan stau aspirasi untuk pengembangan kebijakan dan program Kemdiktisaintek mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR RI Bramantyo Suwondo sebagai keynote speaker menyampaikan materi Technopreneurship dan Hilirisasi Inovasi: Strategi Diktisaintek Berdampak untuk Ekosistem UMKM Digital yang Inklusif di Purworejo.
Adapun tiga nara sumber yakni Kepala Bagian Keuangan dan Umum Sekretariat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Irvan Yuliastono, yang membahas tentang Peran Mahasiswa dalam Penguatan Ekosistem UMKM Purworejo melalui Diktisaintek Berdampak, Direktur PT Karya Adi Satya Yasa Anna Probowati tentang Social Entrepreneurship untuk Perubahan Nyata, serta
Ketua STIE Rajawali Hesti Respatiningsih, yang membahas tentang Integrasi Misi Sosial dan Keberlanjutan Ekonomi UMKM di Purworejo.
Melalui kegiatan tersebut pihak kampus berharap meningkatnya pemahaman peserta mengenai konsep Diktisaintek Berdampak, penguatan ekosistem UMKM, dan social entrepreneurship. Selain juga peran peserta workshop sebagai media transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Tak kalah penting, melalui workshop ini juga diharapkan terbentuknya jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas, dan mitra strategis dalam pengembangan kewirausahaan sosial. Adapun di lingkungan kampus yakni dapat meningkatkan keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam program pendampingan UMKM berbasis hasil riset dan inovasi.
“Semoga hasil yang diperoleh dari kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata, menjadi inspirasi bagi lahirnya inovasi, kolaborasi, serta kontribusi berkelanjutan dalam mendukung program Diktisaintek Berdampak guna mewujudkan UMKM yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing. Juga mendorong tumbuhnya wirausaha sosial yang mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Purworejo,” tegas Bambang.
Selaku ketua penyelenggara, ia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kemdiktisaintek, pimpinan STIE Rajawali, seluruh narasumber, panitia, peserta, mitra kerja sama, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. (Dia)








































































Comment