GEBANG, Stand Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Purworejo menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi masyarakat selama pelaksanaan Gebang Expo 2026. Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur ayam dijual dengan harga lebih terjangkau. Program sembako murah hasil kolaborasi PDAU bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bulog, serta didukung subsidi dari BUMDesma Gebang.
Program tersebut menjadi salah satu upaya nyata PDAU dalam mendukung pengendalian inflasi daerah sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan selama expo berlangsung.
Direktur PDAU Purworejo, Rainier, mengatakan keikutsertaan PDAU dalam Gebang Expo merupakan bagian dari dukungan terhadap program pengendalian inflasi yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Purworejo.
“Kami bekerja sama dengan TPID dan Bulog untuk menghadirkan sembako dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Selama pelaksanaan expo tiga hari, PDAU menyediakan tiga komoditas utama yang menjadi kebutuhan masyarakat. Yakni beras SPHP, minyak goreng Minyakita, dan telur ayam.
Berkat dukungan subsidi dari BUMDesma Gebang, masyarakat yang memperoleh kupon dapat membeli ketiga komoditas tersebut dengan harga di bawah harga pasar.

Rainier menjelaskan, harga telur yang biasanya dijual Rp22.500 per kilogram dapat dibeli hanya Rp20.500 dengan kupon subsidi. Sementara beras SPHP kemasan 5 kilogram dari harga normal Rp62.500 menjadi Rp60.500. Selain itu, Minyakita kemaszn dua liter yang semula Rp31.400 dijual seharga Rp29.400 untuk masyarakat yang menggunakan kupon subsidi.
Bagi masyarakat yang tidak memiliki kupon, pembelian tetap dapat dilakukan dengan harga normal yang telah disesuaikan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami ingin masyarakat bisa menikmati kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan. Seluruh stok yang diberikan Bulog akan kami optimalkan selama tiga hari pelaksanaan expo,” kata Rainier.
Selain menghadirkan sembako murah, PDAU juga memperkenalkan berbagai unit usaha yang dimiliki kepada masyarakat. Salah satunya Toko Pengendali Inflasi yang berada di kawasan Pasar Baledono. Keberadaan toko tersebut menjadi bagian dari upaya PDAU menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat Purworejo.
PDAU juga terus mengembangkan usaha peternakan ayam petelur yang kini telah memiliki sekitar 1.080 ekor ayam petelur. Pengembangan usaha tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan telur sekaligus menjaga kestabilan harga di pasaran. Bahkan, PDAU membuka peluang kerja sama dengan pemerintah desa, BUMDes, maupun masyarakat yang ingin mengembangkan usaha peternakan ayam petelur.
“Kami ingin seluruh masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara merata. PDAU siap mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Purworejo, Ari Wibowo, menjelaskan bahwa pengendalian inflasi di daerah dilaksanakan melalui empat pilar utama, yakni menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta memperkuat komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
Menurut Ari, keberadaan Toko Pengendali Inflasi yang dikelola PDAU merupakan salah satu strategi TPID untuk menjaga harga komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi, seperti beras, minyak goreng, dan telur.
“Kami bekerja sama dengan Bulog agar harga kebutuhan pokok tetap stabil. Toko Pengendali Inflasi ini juga bisa melayani permintaan dari desa-desa apabila terjadi disparitas harga yang cukup tinggi,” jelasnya.
Selain melalui PDAU, pengendalian inflasi juga dilakukan melalui berbagai program lintas perangkat daerah. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) rutin menggelar Gerakan Pangan Murah yang mempertemukan langsung petani dengan konsumen sehingga mampu memotong rantai distribusi. Sementara Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DinKUKMP) melaksanakan operasi pasar apabila terjadi kenaikan harga komoditas tertentu berdasarkan pemantauan Indeks Perkembangan Harga (IPH).
Ari menyebutkan, hingga saat ini kondisi IPH di Kabupaten Purworejo masih relatif terkendali karena pemantauan dilakukan secara berkala setiap pekan, disertai langkah cepat apabila ditemukan lonjakan harga.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying ketika terjadi kenaikan harga beberapa komoditas.
“Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga dan mengambil langkah-langkah pengendalian. Masyarakat tidak perlu panik. Jika harga di pasar dirasa tinggi, silakan memanfaatkan Toko Pengendali Inflasi PDAU di Pasar Baledono atau menghubungi PDAU untuk pelayanan di desa,” ujarnya.
Melalui partisipasinya di Gebang Expo 2026, PDAU tidak hanya menghadirkan layanan penjualan sembako murah, tetapi juga memperkuat perannya sebagai BUMD yang mendukung stabilitas harga pangan, menjaga pasokan kebutuhan pokok, serta memperluas akses masyarakat terhadap komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau. (Ita)



































Comment