PURWOREJO, Rangkaian bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 pada Minggu (28/6/2026) memasuki tahap akhir. Seluruh pasien yang telah menjalani tindakan operasi dinyatakan dalam kondisi baik dan terus dipantau melalui kegiatan visite pascaoperasi oleh tim dokter Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK UNEJ) bersama jajaran Polres Purworejo.
Kegiatan visite dipimpin langsung Dekan FK UNEJ, Dr. dr. Ulfa Elfiah, didampingi Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra. Selain memastikan kondisi luka operasi, tim juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai perawatan pascaoperasi, pola pemberian makan, serta pentingnya pemenuhan gizi untuk mendukung proses penyembuhan dan tumbuh kembang anak.
dr. Ulfa Elfiah mengungkapkan, secara medis seluruh tindakan operasi berlangsung lancar dengan hasil yang menggembirakan. Namun, evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasien menemukan persoalan lain yang tidak kalah penting.
“Dari 17 pasien yang menjalani operasi, kami menemukan satu pasien memiliki masalah kekurangan gizi. Ini menjadi perhatian serius karena keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh tindakan bedah, tetapi juga oleh kualitas nutrisi selama masa pemulihan. Tanpa dukungan gizi yang memadai, proses penyembuhan dapat berlangsung lebih lama dan pertumbuhan anak juga berisiko terganggu,” ujarnya.
Menurutnya, operasi hanyalah awal dari proses panjang pemulihan. Karena itu dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar keluarga pasien mendapatkan pendampingan berkelanjutan.
“Kami berharap ada sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, puskesmas, dinas terkait, hingga dunia usaha untuk bersama-sama memastikan kebutuhan gizi anak-anak ini terpenuhi. Pendampingan harus berlanjut, karena yang kita bangun bukan hanya wajah mereka, tetapi juga masa depan dan kualitas hidupnya,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres menyatakan, kepolisian tidak akan berhenti pada keberhasilan penyelenggaraan operasi sosial semata. Polres Purworejo siap menjadi penghubung dengan berbagai pemangku kepentingan agar kebutuhan lanjutan para pasien dapat terpenuhi.
“Hari ini kami menyaksikan sendiri bahwa tantangan berikutnya adalah memastikan anak-anak ini memperoleh asupan gizi yang baik. Kami berkomitmen menjembatani koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, dinas sosial, puskesmas, perangkat desa, hingga para dermawan agar mereka memperoleh pendampingan yang berkesinambungan. Kepedulian kepada masyarakat tidak boleh berhenti ketika ruang operasi ditutup,” kata Kapolres.
Ia menambahkan bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum memperkuat peran Polri sebagai institusi yang hadir menyelesaikan persoalan masyarakat secara humanis.

“Pengabdian Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan. Kesembuhan anak-anak ini adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin memastikan mereka tumbuh sehat, percaya diri, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Selama proses visite, tim dokter juga memberikan pelatihan langsung kepada orang tua mengenai cara membersihkan luka operasi, jadwal kontrol, pola konsumsi makanan yang aman sesuai fase penyembuhan, serta tanda-tanda komplikasi yang perlu segera mendapatkan penanganan medis.
Program bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit ini merupakan hasil kolaborasi antara Polres Purworejo dan Fakultas Kedokteran Universitas Jember sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Tidak hanya menghadirkan layanan bedah rekonstruksi secara gratis, program ini juga menegaskan pentingnya keberlanjutan pelayanan kesehatan melalui pendampingan medis, edukasi keluarga, dan penguatan status gizi pasien.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi model pelayanan kemanusiaan yang tidak berhenti pada tindakan kuratif, tetapi berlanjut hingga memastikan setiap pasien memiliki kesempatan untuk pulih secara optimal, tumbuh sehat, dan menjalani kehidupan yang lebih berkualitas.
Salah seorang orang tua pasien, Fauziah Aulia, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada putrinya melalui program bakti sosial tersebut. Menurutnya, operasi bibir sumbing merupakan harapan yang selama ini sulit diwujudkan karena keterbatasan ekonomi.
“Kami sekeluarga tidak pernah menyangka anak kami akhirnya bisa menjalani operasi tanpa dipungut biaya. Selama ini kami hanya bisa berharap, tetapi terkendala biaya dan tidak tahu harus mencari bantuan ke mana. Alhamdulillah, melalui program ini anak kami mendapat kesempatan yang mungkin akan mengubah masa depannya,” ucap Fauziah.
Mewakili keluarga pasien, ia pun mengucapkan terima kasih kepada Polres Purworejo, Fakultas Kedokteran Universitas Jember, seluruh dokter, perawat, relawan, dan semua pihak yang telah membantu dengan penuh kasih sayang.
Ia juga mengaku terharu karena perhatian yang diberikan tidak berhenti setelah operasi selesai. Menurutnya, tim dokter masih terus memantau perkembangan kondisi anaknya sekaligus memberikan edukasi mengenai perawatan di rumah.
“Kami merasa tidak ditinggalkan setelah operasi. Dokter dan perawat menjelaskan dengan sabar bagaimana merawat luka, memberikan semangat, bahkan mengingatkan pentingnya memenuhi kebutuhan gizi anak kami. Perhatian seperti ini membuat kami semakin yakin bahwa kami tidak berjuang sendirian,” pungkasnya dengan haru. (Dia)



































Comment