PURWOREJO, Ratusan lokasi penyembelihan hewan kurban di Kabupaten Purworejo menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dalam melakukan pengawasan menjelang Idul Adha.
Meski jumlah petugas terbatas, DKPP tetap menyiagakan puluhan pengawas dan menggencarkan edukasi kepada masyarakat.
Kepala DKPP Purworejo, Bagas Adi Karyanto mengatakan, pihaknya telah membentuk tim pengawas hewan kurban yang berjumlah sekitar 30 orang. Tim tersebut akan melakukan pemantauan kesehatan hewan serta pengawasan proses penyembelihan di berbagai wilayah.
Menurut Bagas, keterbatasan jumlah petugas menjadi tantangan tersendiri karena hampir seluruh masjid dan musala di Kabupaten Purworejo melaksanakan penyembelihan hewan kurban.
“Kalau mengandalkan petugas dari kabupaten tentu tidak akan mampu menjangkau semuanya. Karena itu kami berharap ada pengawasan mandiri dari masyarakat sambil tetap berkoordinasi dengan petugas dan PPL,” kata Bagas saat ditemui, Selasa (26/5/2026).
Sebagai langkah persiapan, DKPP sebelumnya juga menggelar pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha). Antusiasme masyarakat cukup tinggi hingga kuota peserta penuh dan sejumlah pendaftar terpaksa ditolak karena keterbatasan tempat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan bimbingan teknis terkait tata cara penyembelihan yang benar. Mulai dari kualitas pisau yang digunakan, teknik menjatuhkan hewan, titik pemotongan, hingga proses pelepasan organ dalam.
Bagas menegaskan, fokus utama pengawasan tahun ini adalah memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Meski hingga kini belum ada laporan terkait penyakit hewan kurban, masyarakat diminta tetap waspada.
“Meskipun belum ada informasi penyakit yang menyerang hewan kurban, kewaspadaan tetap harus dijaga. Silakan masyarakat berkoordinasi dengan kami maupun PPL dan berbagi informasi tentang kesehatan hewan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tingginya mobilitas lalu lintas hewan kurban yang kini semakin mudah karena akses jalan yang semakin terbuka. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan bersama dalam pengawasan keluar masuk hewan ternak.
“Terkait pengawasan lalu lintas hewan ini memang menjadi tantangan bersama. Sekarang kendaraan roda empat sudah mudah masuk ke berbagai wilayah sehingga perpindahan hewan kurban juga semakin longgar,” jelasnya.
Selain itu, DKPP juga membuka pemanfaatan Rumah Potong Hewan (RPH) bagi masyarakat yang ingin melakukan penyembelihan. Namun kelompok masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut diminta membawa juru sembelih masing-masing.
Sementara itu, data DKPP menunjukkan ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Purworejo diperkirakan mencukupi kebutuhan Idul Adha tahun ini. Jumlah persediaan tercatat yakni 3.638 ekor sapi, 13.215 ekor kambing, 2.145 ekor domba, dan 20 ekor kerbau.
Adapun perkiraan kebutuhan hewan kurban saat Idul Adha yakni 3.029 ekor sapi, 5 ekor kerbau, lebih dari 1.100 ekor kambing, serta sekitar 1.250 ekor domba. (Ita)



































Comment