KarKUTOARJO, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo tahun 2026 menginisiasi pembangunan Bank Sampah Desa dan insinerator di Desa Sokoharjo, Kecamatan Kutoarjo. Program ini menjadi langkah nyata untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah di tingkat desa.
Program Bank Sampah dijalankan Kelompok 117, sementara insinerator oleh Kelompok 117.1. Keduanya menjadi program utama KKN UNS di desa tersebut.
Ketua KKN, Ramanda Galih Panitis, mengatakan program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik.”Perubahan pola pikir masyarakat juga menjadi tujuan utama. Mahasiswa tidak hanya membangun fasilitas pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong masyarakat melihat sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan lingkungan,” ujarnya.
Program ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-11 dan 12. Keduanya menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Galih menambahkan, gagasan ini muncul dari hasil observasi mahasiswa selama KKN. Dari forum warga seperti dasawisma dan arisan, diketahui pengelolaan sampah masih dilakukan secara sederhana.
“Sebagian besar warga masih memilih membakar sampah di sekitar rumah.
Cara tersebut dinilai paling praktis, meski berdampak pada lingkungan,” ungkapnya.
Kepala Desa Sokoharjo, Saputro, mengakui persoalan sampah menjadi perhatian utama. Ia menilai kebiasaan membakar sampah perlu diubah. “Kebiasaan membakar sampah sering menimbulkan persoalan kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ungkapnya.
Sebagai solusi, dibangun Bank Sampah Desa Sokoharjo. Fasilitas ini menjadi pusat pemilahan dan pengumpulan sampah bernilai ekonomi.

Sampah dipilah berdasarkan jenis seperti plastik, kertas, dan logam. Selanjutnya ditimbang, dicatat, lalu disalurkan ke pengepul.
Galih menyebutkan, pembangunan dimulai setelah sosialisasi pada 12 Januari 2026. Prosesnya berlangsung 21 Januari hingga 10 Februari 2026 dan diresmikan pada 12 Februari lalu.
Menurutnya, program ini melibatkan perangkat desa, masyarakat, serta dukungan pemerintah kecamatan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo. Keterlibatan ini untuk memastikan program berjalan berkelanjutan.
Pada tahap awal, pengelolaan dilakukan oleh pengurus PKK. Ke depan, diharapkan seluruh masyarakat dapat ikut berpartisipasi. Mahasiswa KKN berharap kebiasaan baru dalam mengelola sampah dapat terbentuk. Tidak hanya membuang, tetapi juga memilah dan memanfaatkannya. (Ita)





































































Comment