BANYUURIP, Rukun Warga (RW) 5 Kelurahan Kledung Kradenan ditunjuk menjadi wakil Kecamatan Banyuurip mengikuti Lomba Program Kampung Iklim (Proklim) Tingkat Kabupaten Purworejo. Proklim merupakan program nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.
Pihak kecamatan menilai, selama ini RW 5 Kelurahan Kledung Kradenan sudah tertata dengan baik, termasuk dalam hal penataan lingkungan dan pengolahan sampah atau limbah. Selain itu juga adanya dukungan dari kelurahan dan tokoh masyarakat setempat.
Penilaian dilakukan oleh Tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (LHP) Purworejo pada Rabu (20/5/2026). Kabid Konservasi dan Penataan Lingkungan DLHP, Nenny Isnugrahaeny Prasetyowati menjadi ketua tim penilaian di Kecamatan Banyuurip tersebut.
Usai penilaian, Ketua RW 5, Suherman menjelaskan, selama ini dirinya dibantu oleh Ketua RT dan juga Tim Penggerak PKK RT untuk mendorong warga agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan berinovasi.
“Selama ini kami bersama dengan Ketua RT dan Ketua TP PKK RT selalu mendorong warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, termasuk melakukan inovasi. Empat Ketua RT kami itu ada Pak Marsudi, Pak Achmad Solikhin, Pak Teguh, dan Pak Wahyu Raharjo,” kata Suherman saat dihubungi, Kamis (21/5/2026).

Suherman menambahkan, selain menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan, warga RW 5 juga didorong untuk memanfaatkan limbah menjadi barang yang bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang lain atau dijual.
Seperti misalnya galon air mineral yang sudah tidak dipakai, digunakan sebagai pot untuk menanam aneka bunga serta sayuran seperti tomat atau terong. Galon tersebut dicat aneka warna sehingga membuat lingkungan menjadi lebih asri dan indah.
Selain itu, inovasi juga dilakukan oleh warga RW 5 Kelurahan Kledung Kradenan, berupa pembuatan pupuk kompos dan rco enzim. Juga pengolahan limbah aluminium berupa kaleng bekas minuman/foil menjadi aluminium batangan.
Tak hanya itu, inovasi lain yang dilakukan warga RW 5 ini yakni menyulap drum bekas oli atau minyak menjadi mebelair. Serta menciptakan alat pengasapan ikan dengan bahan bakar sabut kelapa. Tak kalah menariknya, Suherman juga menggerakkan warganya untuk mengolah hebel plastik bekas menjadi tempat pot.
Suherman mengaku, kegiatan tersebut sudah lama dilakukan warga. Ia pun mengapresiasi pihak kelurahan yang memberikan dukungan atas inovasi warga tersebut.
Suherman berharap, upaya yang dilakukan tidak hanya dapat bermanfaat bagi kebersihan dan keasrian lingkungan, namun juga berdampak ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga. (Dia)



































Comment