KUTOARJO, Acara akhirussanah atau pelepasan siswa kelas 6 SDN 2 Wirun Kutoarjo yang rencananya akan dirangkai dengan khataman sempat menjadi polemik. Hal itu karena adanya wali siswa yang merasa keberatan dengan iuran nominal tertentu. Namun, melalui rapat komite yang dihadiri sebagian besar wali siswa pada Sabtu (6/6/2026), kegiatan akhirussanah akhirnya disepakati untuk tetap diselenggarakan.
Rapat yang diadakan di ruang kelas itu diikuti puluhan wali siswa yang sebagian merupakan kaum hawa. Kepala SDN 2 Wirun, Tri Joko Winoto bersama anggota komite, Wahyuni dan Hariyanta turut menghadiri acara tersebut.
Di hadapan wali siswa dan komite, Tri Joko menyampaikan bahwa acara yang rencananya akan dihelat pada tanggal 18 Juni itu bertujuan mulia. Yakni untuk memberikan apresiasi kepada siswa kelas 6 yang telah menyelesaikan studi akademik. Sekaligus juga apresiasi kepada siswa yang telah mendalami ilmu agama dengan menyelesaikan kitab Alala dan Mabadi .
Tak hanya itu, sebagai kepala sekolah, Joko melihat antusiasme siswa kelas 6 dalam mempersiapkan acara akhirusanah. Mereka giat berlatih berbagai macam kesenian yang akan ditampilkan.
“Kegiatan semacam pesantren dengan menghafal Kitab Mabadi ul fikhiyah, Hidayatusibyan, dan Alla ini menjadi keunggulan SDN 2 Wirun yang ditampilkan sebagai bentuk apresiasi sekolah kepada para siswa. Termasuk juga mereka yang selama ini telah giat berlatih mempersiapkan acara akhirusanah. Kasihan kalau tidak jadi tampil dan bisa berdampak pada psikologis mereka,” jelas Joko.
Kegiatan semacam itu, lanjutnya, sudah pernah dilakukan sebelumnya dan para wali siswa pun melakukan iuran. Ia juga menjelaskan bahwa iuran kegiatan semacam ini diperbolehkan dan tercantum dalam Perbup nomor 52 tahun 2024. Meski demikian, pihaknya bersama komite menyerahkan sepenuhnya keputusan akhir kepada wali siswa yang hadir.

Selaku perwakilan komite sekolah, Wahyuni pun menyatakan bahwa pada pertemuan sebelumnya yang dihadiri perwakilan wali siswa telah disetujui adanya kegiatan perpisahan. Namun kemudian terganggu dengan adanya hal-hal di luar perkiraan.
Pihaknya menegaskan bahwa anggaran perpisahan sebelumnya dikelola paguyuban, bukan komite apalagi sekolah, termasuk saldo kegiatan. Meski demikian ia menyatakan bahwa dalam hal ini pihak komite hanya mendampingi dan keputusan ada pada wali murid.
Atas kesepakatan bersama, salah satu wali siswa yakni Rendra Mulyo memimpin jalannya rapat. Melalui Rendra yang secara pribadi menyetujui diadakannya kegiatan akhirussanah, akhirnya wali siswa secara bulat sepakat tetap melaksanakan agenda tersebut.
Akhirusanah pun akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 18 Juni di halaman sekolah dengan beberapa ketentuan yang disepakati bersama. Antara lain terkait konsumsi dan iuran untuk biaya lainnya.
Usai acara, Joko mengaku lega dengan jalannya rapat yang kondusif dan memberikan keputusan terbaik bagi siswa. Kepada media ia menegaskan bahwa pemilihan waktu tanggal 18 Juni juga sekaligus untuk memperingati 1 Muharram atau Tahun Baru Hijriah/Islam.
Selain itu menurutnya, dalam acara akhirussanah nantinya juga akan dirangkai dengan pengajian yang materinya diharapkan dapat memberikan motivasi kepada orang tua siswa
Ia berharap nantinya acara dapat berjalan dengan lancar dan dapat membawa keberkahan bagi banyak pihak. (Dia)



































Comment