Perkuat Layanan Pendidikan Anak Binaan, LPKA Kelas 1 Kutoarjo Miliki Perpustakaan Digital Tanpa Internet

KUTOARJO, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Kutoarjo terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan bagi anak binaan. Komitmen tersebut kembali mendapat dukungan dengan diluncurkannya pembukaan perpustakaan digital tanpa internet di LPKA Kelas 1 Kutoarjo, Kamis (15/1/2026).

Acara peresmian Perpustakaan Digital LPKA Kelas I Kutoarjo berlangsung meriah dan penuh semangat. Juga disertai doa serta harapan dari seluruh pihak yang hadir sebagai bentuk dukungan dan restu.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pelayanan Tahanan, Hasan Basri hadir secara luring maupun daring. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Laksmi Dewi, serta Ketua Tim Kerja Kurikulum, Yogi Anggraena mengikuti secara daring. Juga kepala LPKA Kelas I Kupang, LPKA Kelas II Payakumbuh, dan LPKA Kelas II Muara Bulian. Adapun Kadisdikbud Yudhie Agung Prihatno dan Sekdin Perpusip Budi Hari Astuti menghadiri acara yang berlangsung di Aula LPKA Kelas 1 Kutoarjo.

Dalam kesempatan itu, Kepala LPKA Kelas 1 Kutoarjo, Ahmad Fauzi diwakili Kepala Seksi Pembinaan Tanti Widiyanah menyampaikan laporan bahwa LPKA Kelas 1 Kutoarjo sudah punya perpustakaan konvensional “Pancasila” bekerjasama dengan Perpusda Purworejo.

E-library dibantu tim Q Vici ini peresmiannya ditujukan untuk memberikan pelayanan prima kepada anak binaan dan mengikuti kemajuan teknologi.
“Perpustakaan ditujukan bagi anak didik sebanyak 102 orang. Mereka ikut Kejar Paket A sebanyak delapan anak, Kejar Paket B 25 anak, dan Kejar Paket C 48 anak. Adapun jumlah buku konvesional di Perpustakaan Pancasila sebanyak 2.328,” ungkap Tanti.

Dengan adanya perpustakaan digital diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan menjadikan alternatif tutorial kepada peserta didik. Selain itu juga agar anak-anak dapat mengikuti perkembangan teknologi perpustakaan, dengan tetap berlanjut perpustakaan konvensional.

Ia berharap perpustakaan digital ini nantinya dapat bermanfaat dan berdampak kepada anak didik sebagai generasi penerus bangsa.

Salah satu peserta didik LPKA Kelas 1 Kutoarjo menjelaskan hasil karyanya kepada audiens

Tanti menambahkan, peluncuran perpustakaan digital ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pembelajaran di LPKA. Didalamnya juga telah berjalan PKBM Tunas Mekar “Aman” sebagai sarana pendidikan formal dan non formal bagi anak binaan.

Dijelaskannya, perpustakaan digital Kipin E-Library yang dihadirkan merupakan hasil kolaborasi bersama Kipin dan Q-Vici dengan menyediakan layanan e-library tanpa koneksi internet. 

“Sebelumnya, LPKA Kelas 1 Kutoarjo telah menerima berbagai dukungan fasilitas pendidikan dari sejumlah pihak. Bantuan tersebut antara lain berupa perangkat komputer dari BRI, koleksi buku bacaan dari Perpustakaan Daerah, sejumlah alat musik, serta sarana pendukung pembelajaran lainnya,” ungkap Tanti.

Menurutnya, dengan adanya fasilitas perpustakaan digital tersebut, seakan melengkapi kebutuhan pendidikan para anak binaan.

Berbagai konten pendidikan yang bisa diakses diantaranya buku pelajaran, video pendidikan, materi pengayaan atau latihan soal. Termasuk buku bacaan literasi pendidikan yang membahas mengenai literasi finansial, pengetahuan umum, budaya, bahkan berisi seputar pendidikan moral. Semua ini tentu akan mendukung proses belajar di PKBM maupun kegiatan belajar mandiri anak.

Sebagai catatan, LPKA Kelas 1 Kutoarjo merupakan salah satu LPKA yang cukup progresif dalam pengembangan metode pembinaan untuk 102 anak binaan. Selain pendidikan akademik, lembaga ini juga menerapkan berbagai program keterampilan dan pembentukan karakter.

Kadisdikbud Purworejo yang hadir dalam acara peresmian e library di LPKA Kutoarjo

Seperti program ketahanan pangan melalui budidaya lele dan berkebun sayur-mayur, pembelajaran seni budaya dengan alat musik gamelan, serta kegiatan keterampilan tangan seperti meronce dan kerajinan lainnya.

“Dengan hadirnya perpustakaan digital di LPKA Kelas 1 Kutoarjo, diharapkan semakin mampu menyediakan layanan pendidikan yang inklusif, modern, dan berorientasi pada masa depan. Fasilitas ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mempersiapkan anak binaan agar tetap memiliki bekal pengetahuan, literasi, dan keterampilan yang memadai untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat,” tandasnya.

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Laksmi Dewi dalam sambutan daringnya
memahami bahwa anak-anak memiliki kendala dalam satuan pendidikan. Ia
berharap e library bukan hanya digunakan untuk bermain saja tapi juga untuk pembelajaran. Pihaknya pun punya program mencakup berbagai kurikulum pendidikan yang diperlukan para siswa LPKA.

Dewi menyatakan mensupoort berbagai program yang mendukung sesuai tagline yakni pendidikan bermutu bagi semua kalangan. Dirinya pun menyadari bahwa di kementerian tidak bisa membantu penuh sehingga dibutuhkan supoorting dari pihak lain untuk meningkatkan partisipasi anak.lebih baik lagi.

Di sisi lain, Anita Purnomosari dari Q-Vici memaparkan tentang program berikut kemanfaataanya bagi siswa. Termasuk sebelum dan sesudah adanya program tersebut. Anak-anak menghasilkan karya berupa lukisan yang berisi ungkapan dalam Bahasa Inggris

Salah satunya, ungkapan dalam bentuk lukisan berupa bunga-bunga indah dan berwarna warni yang pernah dilihat oleh salah satu anak didik sebelum masuk LP. “Saya berharap agar nantinya saat keluar dari LP dapat kembali menjumpai pemandangan yang pernah saya lihat sebelumnya,” ungkapnya yang mendapat aplaus dari peserta yang hadir.

Adapun Kadisdikbud Yudhie, menyampaikan apresiasi kepada LPKA Kelas 1 Kutoarjo yang telah banyak mnagalami kemajuan dalam hal kurikulum pendidikan.

“Kegiatan inimenjadi bukti bahwa negara harus hadir dalam setiap proses pendidikan, termasuk di LPKA. E library ini tidak hanya sekedar bentuk kemajuan teknologi namun juga sarana bermanfaat untuk meningkatkan literasi. Termasuk sarana menuangkan ide dan gagasan yang sudah disampaikan oleh para peserta didik,” ungkap Yudhie.

Ia berharap e library dapat membawa manfaat lebih luas tidak hanya bagi siswa binaan LPKA namun juga sekolah umum di Purworejo. (Dia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *