Parkir Motor di Alun-Alun Purworejo Bayar Pakai QRIS Saja, Cuma Rp1.000

PURWOREJO, Pemda Purworejo melalui Dinas Perhubungan melakukan terobosan baru dalam hal pembayaran parkir. Yakni menggunakan sistem pembayaran non tunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Dengan menggandeng Bank Jateng, uji coba dilakukan di kawasan Alun-Alun Purworejo sejak Selasa (13/1/2026)

Dengan menggunakan aplikasi ini, bayar parkir sepeda motor cukup hanya Rp1.000. Adapun sebelumnya, meski sudah ada ketentuan tarif retribusi parkir berdasarkan Perda Nomor 11 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, tapi dalam praktiknya tidaklah seperti itu.

Namun demikian, masih banyak masyarakat– khususnya pengguna jasa parkir di Alun-Alun Purworejo– yang belum mengetahui kebijakan tersebut.

Seperti Yudi (52). Warga Kelurahan Pangejurutengah ini baru mengetahui adanya sistem pembayaran parkir non tunai QRIS setelah jurnalis Purworejo News memberitahukan kepadanya. “Wah, saya malah baru tahu ini,” ucapnya saat ditemui usai joging di Alun-Alun Purworejo, Kamis (16/1/2026) pagi.

Setelah ditelusuri, ternyata petugas parkir Nur Cahyo yang bertugas di seputar area depan Rumah Sakit Permata hingga Toko Buah Lingga, tidak mengeluarkan kartu kode QRIS yang diberikan pihak Dishub kepadanya.

Saat ditanya, barulah Nur Cahyo mengeluarkannya dari dalam tas hitam dan kemudian mengalungkan di lehernya. Ia menyebutkan, hanya menunjukkan kartu itu bila ada yang menanyakan saja.

Pemberitahuan Ketentuan tarif parkir yang dipasang di Alun-Alun Purworejo

Setelah dipindai, tertera nominal yang harus dibayarkan untuk tarif parkir, yakni Rp1.000. Yudi pun merasa lega, karena selama ini ia membayar parkir Rp2.000 di lokasi tersebut.

“Ya gimana lagi, bayar segitu gak dikembalikan (oleh petugas parkir, Red). Kalau sekarang kan memang pecahan Rp1.000 susah karena lebih banyak yang pecahan Rp2.000,” ucapnya. Dengan sistem pembayaran berbasis aplikasi QRIS ia menilai, selain praktis juga dapat memaksimalkan pemasukan daerah dari retribusi parkir.

Adapun Nur Cahyo, mengaku lebih senang menggunakan cara manual. Menurutnya, sistem pembayaran menggunakan aplikasi QRIS tidak praktis. “Saya harus menunjukkan kartunya dulu, terus nanti nunggu sampai benar-benar transaksi berhasil. Padahal di sisi sebelah sana sudah ada yang mau keluar juga,” ucapnya.

Dengan sistem manual, katanya, pemilik motor tinggal bayar parkir pakai uang tunai, rata-rata Rp2.000 tanpa kembalian. “Kalau pakai kartu begini, saya rugi karena sering kehilangan waktu yang seharusnya bisa melayani lima, ini cuma satu,” keluh Nur Cahyo yang bertugas mulai pukul 04.30 hingga 10.00.

Terkait hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Angkutan dan Parkir Dishub Purworejo, Okta Satriawan menyebutkan, QRIS merupakan alternatif yang diberikan untuk memudahkan sistem pembayaran. “Kita mengikuti perkembangan teknologi, terutama untuk melayani kebutuhan pembayaran yang banyak dilakukan oleh Gen Z,” kata Okta saat dihubungi, Kamis (16/1/2026).

Ia pun memahami keluhan para petugas parkir yang belum terbiasa dengan alternatif pembayaran menggunakan QRIS. Pihaknya pun menyatakan akan memonitor pelaksanaan penggunaan sistem tersebut di lapangan. Termasuk memberikan arahan kepada petugas parkir untuk menginformasikan alternatif pembayaran tersebut kepada para pemakai jasa. (Dia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *