PURWOREJO, Media Jalan di depan akses masuk eks terminal Purworejo telah dibongkar. Secara visi, badan jalan yang berlokasi di Desa Candisari, Kecamatan Banyuurip itu jadi tampak lebih luas dengan tidak adanya pembatas. Hal tersebut mempermudah pemakai lalu lintas menggunakan ruas Purworejo–Kutoarjo. Adapun imisiatif pembongkaran media jalan dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo.
Kadishub Agus Widiyanto melalui Kasi PLLPJ Didik Setyawan menyebutkan, pembongkaran median jalan ini diambil sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di lokasi tersebut.
“Pembongkaran median berawal dari tingginya angka kecelakaan di kawasan itu. Pada akhir 2025, Dishub telah melakukan koordinasi lintas instansi bersama PU Bina Marga PPK 2.5, Satlantas, serta Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas I Jawa Tengah,” ucapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pada waktu itu sudah disepakati untuk dilakukan pembongkaran. “Tapi karena terkendala anggaran di akhir tahun, pelaksanaannya baru bisa dilakukan pada tanggal 26 dan 27 Januari 2026” imbuhnya.
Pembongkaran dilakukan oleh PU Bina Marga PPK 2.5. Hal tersebut mengingat ruas tersebut merupakan jalan nasional. Sebelumnya, median difungsikan sebagai akses keluar-masuk kendaraan menuju terminal lama serta lokasi pemberhentian alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL).
Didik menjelaskan, kondisi lalu lintas di jalur tersebut sudah berubah sejak terminal tidak lagi beroperasi. Keberadaan median dinilai tidak lagi relevan dan justru berpotensi menghambat arus kendaraan.
“Dulu jalur itu sangat ramai karena aktivitas terminal, sehingga median diperlukan untuk pengaturan lalu lintas. Tapi kan terminal sudah pindah dan tidak lagi berfungsi. Keberadaan median malah berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan memicu kecelakaan,” ujarnya.
Median yang dibongkar terdiri atas dua bagian. Yakni di sisi timur dan barat jalan. Dengan tidak adanya pembatas, jalan di sana tampak lebih luas.
Masyarakat sekitar pun mendukung kebijakan tersebut. “Bahkan, masukan warga menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” pungkas Didik. (Dia)




























































Comment