BAYAN, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 36 Universitas Diponegoro (Undip) terus menunjukkan komitmen mereka dalam menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak nyata bagi masyarakat.
Kali ini, dua mahasiswa lintas disiplin, Hadasa Dyah Budi Erawati (Teknik Kimia) dan Muhammad Naufal Ihsan (Teknik Mesin), berhasil memperbaiki dan membuat desain pengembangan chopper dari ember bekas cat yang ada untuk mencacah bonggol pisang. Ini merupakan bahan utama pembuatan EM4 alami (Effective Microorganisms 4), yaitu larutan mikroba yang berfungsi mengurangi bau limbah ternak.
Inisiatif ini berawal dari kondisi masyarakat Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, Purworejo yang sebagian besar memiliki hewan ternak. Bau menyengat dari kandang menjadi permasalahan utama, sementara di sisi lain, banyak tanaman pisang tumbuh di sekitar pekarangan warga.
Melihat potensi tersebut, Tim 36 Undip berinisiatif mengolah bonggol pisang yang biasanya terbuang menjadi bahan pembuatan EM4 alami, produk ramah lingkungan yang dapat diproduksi secara mandiri di tingkat rumah tangga.
Bonggol pisang diperoleh dari pekarangan rumah warga, Rahma Fitria, yang juga memiliki kandang sapi di samping rumahnya. Setelah dipotong, bonggol pisang dicacah menggunakan chopper yang memanfaatkan drum sebagai wadah sebelum masuk ke tahap fermentasi. Hasil fermentasi menghasilkan EM4 alami yang bermanfaat untuk menekan bau kandang dan mempercepat proses penguraian limbah ternak.

Hadasa menjelaskan, pencacahan bahan utama pembuatan EM4 alami yaitu bonggol pisang memanfaatkan chopper dari ember cat bekas yang sudah ada di UD Bina Lestari. “Ember cat bekas dipilih karena mudah ditemukan, hemat biaya, dan ramah lingkungan, sehingga mendukung prinsip teknologi tepat guna,” ucapnya kepada Purworejo News, Jumat (23/1/2026).
Selain memanfaatkan alat yang sudah ada, keduanya juga merancang desain pengembangan (improvisasi) chopper menggunakan perangkat lunak CAD (SolidWorks). Menurut Hadasa, desain baru ini bertujuan meningkatkan kualitas dan efektivitas kerja alat. Yakni agar nantinya dapat digunakan tidak hanya untuk bonggol pisang yang keras, tetapi juga berbagai bahan pakan ternak lainnya dengan kapasitas dan hasil cacahan yang lebih optimal.
Tidak berhenti di situ, Ihsan juga menambahkan sejumlah inovasi terhadap desain tersebut. Antara lain dengan menambahkan lubang input pada bagian tutup ember agar proses pemasukan bahan saat pencacahan menjadi lebih mudah dan efisien.
“Saya juga menambahkan pegangan untuk memudahkan pengoperasian alat (handling), serta roda di bagian bawah agar alat dapat dengan mudah dipindahkan ke berbagai lokasi,” ujar Ihsan. Selain itu, ia juga meningkatkan spesifikasi motor dengan kecepatan yang lebih tinggi. Tujuannya untuk menghasilkan proses pencacahan yang lebih halus, cepat, dan seragam.
“Kami berupaya memanfaatkan alat sederhana yang sudah ada di UD Bina Lestari, Melalui pencacahan yang lebih halus, proses pembuatan EM4 alami bisa berjalan lebih efisien,” ujar Ihsan.
Dirinya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penerapan langsung ilmu teknik dalam pengembangan teknologi sederhana di masyarakat. “Kami menggunakan software CAD SolidWorks untuk merancang pengembangan bentuk dan sistem kerja chopper, agar memiliki kapasitas serta ketahanan yang lebih baik,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu contoh penerapan nyata teknologi tepat guna oleh mahasiswa KKN-T Tim 36 Undip. Melalui inovasi ini, KKN-T Tim 36 Undip tidak hanya membantu masyarakat mengatasi permasalahan limbah ternak. Tetapi juga menginspirasi warga untuk memanfaatkan dan mengembangkan kembali alat-alat sederhana yang sudah ada menjadi solusi berkelanjutan bagi kebutuhan sehari-hari. (Dia)

