PURWOREJO, Siswa kelas 9A SMPN 4 Purworejo, Janeeta Darin Najah patut berbangga karena menjadi peserta didik pertama di sekolah tersebut yang diterima di SMA Taruna Nusantara. Ya, sepanjang sejarah berdirinya, SMPN 4 yang kini memasuki usia 68 tahun, baru kali ini berhasil meloloskan peserta didiknya masuk ke SMA Taruna Nusantara.
Diketahui, mulai tahun ini seluruh siswa SMA Taruna Nusantara masuk melalui jalur beasiswa, tanpa membayar sepeser pun. Darin pun akan mulai menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara pada bulan Juli mendatang.
Ditemui di sekolahnya pada Senin (27/4/2026), Darin menceritakan, rangkaian seleksi masuk SMA Taruna Nusantara mulai dilakukan sejak September 2025 dan diminati puluhan ribu pendaftar. “Tahap 1 awalnya seleksi administrasi, termasuk berkas raport dan piagam,” tutur Darin didampingi Kepala SMPN 4 Teguh Prayitno dan Waka Kesiswaan Pawitno.
Seleksi berikutnya yakni tes potensi akademi (TPA) pertama. Meliputi tiga mata pelajaran (mapel), yakni Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Selanjutnya tes kesehatan dan wawancara, termasuk kemampuan berbahasa Inggris.
Tak hanya itu, Darin dan para peserta seleksi mengikuti tes di masing-masing panitia daerah (panda) selama tiga hari. “Pertama, TPA tahap 2 di UNY. Hari berikutnya tes psikologi di UGM, dan di hari ketiga tes jasmani. Tesnya meliputi lari selama 12 menit, chinning, push up, sit up, dan shuttle run,” jelas Darin.

Terkait dengan keberhasilannya diterima di SMA Taruna Nusantara, Darin merasa bersyukur. Bersekolah di SMA Taruna Nusantara merupakan keinginannya sejak kecil. Terlebih hal tersebut didukung oleh ayahnya yang merupakan anggota TNI, dan ibunya, seorang karyawan swasta.
“Bisa sekolah di SMA Taruna Nusantara sudah menjadi impian saya sejak kecil. Karena kan sejak kecil saya sudah punya keinginan untuk bisa sekolah di sana, dan sekarang Alhamdulillah tercapai,” ucap Darin penuh haru.
Selepas dari SMA Taruna Nusantara sulung dari dua bersaudara ini berencana melanjutkan studi di Universitas Pertahanan (Unhan) dan bercita-cita menjadi dokter gigi.
Bersamaan dengan Darin, sebenarnya ada dua siswa SMPN 4 lainnya yang sempat ikut seleksi. Namun sayang, hanya Darin yang berhasil lolos hingga ke tahap akhir. Satu temannya gugur di tahap seleksi administrasi dan satunya lagi di tahap seleksi akademik pertama.
Atas pencapaian tersebut, Kepala SMPN 4 Teguh Prayitno menyatakan rasa syukur dan bangga anak didiknya bisa menembus SMA Taruna Nusantara. Tak hanya itu, sebagai kakak angkatan, dirinya pun merasa bangga adik kelasnya bisa mendobrak jalur ke SMA Taruna Nusantara yang dikenal sebagai sekolah calon pemimpin tersebut.
“Sebagai kakak angkatan SMPN 4 tahun 1985, saya menyatakan salut dan bangga kepada Darin yang telah mendobrak jalur untuk masuk ke SMA Taruna Nusantara,” ucap Teguh.
Sedangkan sebagai kepala sekolah, dirinya berharap agar prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi adik kelas Darin untuk bisa mengikuti jejak kesuksesannya. “Saya berharap mereka bisa termotivasi dan terus belajar untuk mengejar impian,” ucap Teguh.
Ia pun menyatakan harapannya agar tahun berikutnya akan bertambah lagi jumlah siswa yang bisa diterima di SMA Taruna Nusantara. (Dia)



































Comment