BERITA
Home / BERITA / Harga Dinaikkan Sepihak, Penyewa Kios Tanah Desa Kemiri Kidul Purworejo Buat Surat Pernyataan Keberatan

Harga Dinaikkan Sepihak, Penyewa Kios Tanah Desa Kemiri Kidul Purworejo Buat Surat Pernyataan Keberatan

KEMIRI, Buntut dari keputusan sepihak  Pemdes Kemiri Kidul yang menaikkan harga sewa tanah, para penyewa lahan yang mendirikan puluhan kios pun membuat surat pernyataan keberatan. Sebelumnya disebutkan bahwa harga kios yang semula Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta diubah menjadi Rp 10 juta hingga 12 juta dengan batas pembayaran tanggal 9 Februari.

Surat dibuat bulan Januari dan ditujukan kepada Kepala Desa Kemiri Kidul. Dalam surat itu, para penyewa tanah desa yang membangun kios menyatakan sikap keberatan atas keputusan pemdes. Surat yang ditandatangani seluruh warga kios itu pun membeberkan alasan keberatan dimaksud.

Mereka menguraikan kronologi sejarah awal penempatan kios yang dimulai sekitar tahun 1957. Waktu itu ada beberapa warga membuka bidang usaha warung makan dan lahan lain yang dijadikan terminal dokar (koplak). Adapun retribusi dipungut oleh Dinas Pasar Kemiri. Setelah itu muncul warga lain yang membuka usaha pada lahan tersebut.

Dalam surat disebutkan, pada tahun 1983 Pemerintah Desa Kemiri Kidul dan Pemerintah Kecamatan Kemiri mulai menata tempat itu. Warga yang sudah mempunyai usaha di tempat tersebut diberikan lahan tanah masing-masing seluas 5×9 m2 khusus bagi masyarakat Desa Kemiri Kidul.

Camat Kemiri Taufik Bagus Setyoko

Setelah itu warga membangun tempat usaha di lahan tersebut secara mandiri atau biaya sendiri. Hal itu dilakukan serentak dan seragam sejumlah 27 unit. Setelah itu terbentuk paguyuban masyarakat kios dengan tujuan sebagai wadah untuk mengakomodir segenap hal/urusan terkait keberadaan kios tersebut terhadap desa dan kecamatan.

Seiring berjalannya waktu, terdapat penambahan kios di masa pergantian kepala desa hingga akhirnya pada tahun 2002 di era  Kades Sumarto diterbitkan SPPT bagi masing-masing warga kios sejumlah 27 warga.

Berdasarkan kronologi tersebut, Achmad Sopan yang pernah menjadi kades dan termasuk salah satu penyewa lahan kios beserta lainnya, merasa keberatan dengan adanya surat edaran Kepala Desa Kemiri Kidul. Meski begitu mereka siap berkontribusi terhadap lahan yang ditempati berdasarkan pada Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas lahan yang ditempati.

Mereka juga menyatakan siap membayar karcis/retribusi sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan berdasarkan ketentuan perda. Surat tersebut mereka tujukan kepada bupati,  ketua DPRD, Camat Kemiri, dan Ketua BPD Desa Kemiri Kidul.

Spanduk yang ditujukan bagi para penyewa lahan tanah pemdes

Menanggapi hal tersebut, Camat Kemiri Taufik Bagus Setyoko yang ditemui sejumlah media pada Sabtu (10/2) menyatakan bahwa pihaknya senantiasa mendampingi warganya. Ia pun menyarankan agar mereka berkomunikasi dengan pihak desa. Apabila kedua belah pihak tidak menemukan titik temu, dirinya bersedia menjadi mediator.

Terkait dengan tidak dilibatkannya penyewa lahan dalam perundingan, Taufik menyatakan hal tersebut sebenarnya dilandasi niatan yang baik untuk menyejahterakan warganya. Meski demikian menurutnya dalam administrasi negara memang hal yang lazim apabila dilakukan perjanjian kerjasama, salah satu pihak ada yang lalai.

Ia menambahkan, memang ada surat keberatan dari penyewa kios. “Kalau ada keberatan harganya silakan dinegosiasikan dengan pihak pemdes,” ujarnya. Dalam hal ini Taufik mengasumsikan adanya interval harga sewa kios. Dirinya menyarankan agar ada interval harga kepada penyewa tanah desa, misalnya dari Rp 5 hingga 12 juta. Hal itu karena antara penyewa kios satu dengan lainnya memiliki kemampuan yang tidak sama.

Camat berharap agar permasalahan tersebut dapat segera clear. Pada bulan ini diharapkan ada kesepakatan dari kedua belah pihak tanpa ada narasi yang simpang siur. (Dia)

Seleksi Anggota Paskibraka di Kabupaten Purworejo, Sebagian Peserta Mulai Berguguran

Comments

  1. Fajar sunu says:

    Ya ya ya… Kalau merasa benar, kayaknya tidak akan takut atau malu walau menghadapi banyak lawan…. Tapi kalau takut, ya… Kemungkinan memang dalam hatinya ada perasaan bersalah… Hai takut berhadapan dengan khalayak banyak… Semacam takut “ditelanjangi” Atau dibuka aibnya… Sepertinya Tuhan sudah menyisipkan kan peringatan lewat hati kita…
    Sepertinya masyarakat tidak tahu bahwa ruko ternyata milik desa dan disewakan 500-1jt, ngertinya milik perorangan lho… Maklum, kan dah puluhan tahun…Dengan adanya kejadian ini, kita jadi tercerdaskan… Kita dapat menilai, sebenarnya siapa yg jahat…
    Jadi ingat jaman penjajahan… Belanda datang berdagang, kemudian melakukan pembodohan… Biar orang tidak pintar, dan gampang dibodohi trus jadi nurut… Terjadilah tuh pembodohan dan penjajahan… Semoga kita terhindar dari hal demikian…

    1. reno says:

      iya,bisa.aja kaya gitu,nmutar balik kan fakta, ngakunya orang tertindas,malah nglindes.

      1. Fajar sunu says:

        Lha iya, isa isane… Mengatasnamakan warga kemiri kidul jebul wong njaba kemiri kidul.. Trus pie… Dijak rembugan bareng bareng malah njaluk sepi sepi… Padahal sik nonton ya warga kemiri kidul… Dijaga aparat sisan… Apa yg ditakutkan…
        Padahal sik mediasi wis tingkat kecamatan lho… Aku dadi pengen ngguyu

  2. Jack says:

    Kepala desa arogan, urip nang alas ae

    1. Jack says:

      Ki sopo nggawe jeneng jack…arep rame po?

    2. Fajar sunu says:

      Iki sik jenenge mengadu domba… Waspadalah

    3. reno says:

      gole i wonge,kon ngopi brg,

  3. Nia says:

    Yuk, rembug bareng duduk bersama sambil ngemil-ngemil.
    Tp cukup pemdes, pemilik kios/penyewa tanah kios, dan camat/wakilnya sebagai saksi/penengah. Yg nggak tersebut di situ nggak usah ikut-ikutan lah.
    Biar yg berkepentingan saja.
    Kita ini negara demokrasi lho, bukan negara anarkis. Nek cuma adu pendapat di medsos, eman-eman kuotanya. Dah buang duit, jempol capek, nambahin pikiran.
    Mending duitnya buat ngemil bareng aja 😁

    1. Fajar sunu says:

      Saya sedang puasa…

  4. Jack says:

    Solusinya turuti aturan desa. Demi kepentingan dan kemaslahatan rkyt kemiri kidul

    1. Fajar sunu says:

      Nha… Solutip

    2. reno says:

      cen angel di atur,nek rakeno Fatur,lungo ngapaa.

      1. Suparno says:

        Misal pemilik kios yg ngadep ngetan,itu ibu anda, bgmna perasaan anda….

        1. reno says:

          nek ibu ku ra angel,soale Odo perompak sing angel di atur.

          1. Suparno says:

            Opo maksude iki?

    3. Suparno says:

      Apa pemilik kios bukan rakyat kemirikidul?

      1. reno says:

        ya,nek pemilik ruko merasa warga kemiri kidul haruse ra angel datur,ikuti aturane desane,bukane ngeyel.

        1. Fajar sunu says:

          Cakep….

      2. Fajar sunu says:

        20-30% sepertinya bukan warga kemiri kidul

  5. Tari says:

    Duh mbok sing guyub.. yg punya kekuasaan mbok jadi pengayom

    1. Jack says:

      Solusinya turuti aturan desa. Demi kepentingan dan kemaslahatan rkyt kemiri kidul

  6. Jack says:

    Sok ngatur

    1. Suparno says:

      Coba solusine njen bgmna….. atau njen juga yg mau ikut campur…..

      1. Fajar sunu says:

        Kiose masyarakat, mosok masyarakat ra oleh melu? Kon manut ngono po pie maksude mas parno? Gek Kon manut sapa? Manut warga luar kemir Kidul yang ngontrak di ruko kemiri kidul, apa manut warga kemiri kidul sik wis manggon mnah ruko puluhan tahun, apa Kon manut pemerintah Desa, apa Kon manut sapa iki… Takon tenan lho… Aja digalaki… Aku jirihan…

  7. Suparno says:

    Pemdes, pemilik kios bertemu, rembugan,yg lain tidak usah ikut campur……

  8. reno says:

    iiku salah,kejadian rangono,jok mutar balekke fakta, aku seksine,gor arep miliki ruko sing ndi wae sing arep di tempeli baleho bocahe metu,trus takon ngopo,sesok rep rep tempeli baleho. ora ono intimidasi ,gawe gawe cah kuwi,.

    1. Fajar sunu says:

      Tepat…. Malah jare memaksa masuk ki pie? 🤣🤣 membentak barang? Lha Wis ketok ndi sik meh mengadu manusia 🤣

      1. Ja says:

        Mungkin wonge rong ngopi pak😄😄

        1. Fajar sunu says:

          Wis bingung arep alesan opo meneh paling mas… 🤣
          Yen beda pendapat dianggap perusuh, penjilat dll… Karepe kon sepakat karo deknen mungkin

          1. Jo says:

            Dadi kades kuwi kudu ngerangkul kabeh wargane. Mugo2 ndang rembukan podo oleh solusi

    2. Turino says:

      Mosok kon gegeran, sabar e ora umum sing ditindas

  9. Suparno says:

    Saya bukan pemilik kios juga bukan pengguna kios. Saya juga bukan pemdes, sama dengan mas fajar, saya hanya ingin masyarakat ademayem tentrem… silahkan pemdes dan pemilik kios untuk bermusyawarah tanpa ada pihak2 lain…

    1. Kemiri kidul yes says:

      Bagaimana mau musyawarah pak, pihak pemda saja tidak mau musyawarah dilihat dari beritanya. Menurut sy warga diadudomba, kalo lewat musyawarah hrsnya bisa disepakati bersama. 30 tahun kemiri kidul, baru kali ini pemda nya arogan seperti ini.. yang tidak mau bermusyawarah. Itu dari pihak ruko berintanya siap musyawarah hanya pemdes nya aja yg ngak mau.

      1. Purworejo Update says:

        Wah hebat sekali prestasi kepala desa kemiri kidul.. mengadudomba warganya.. 👏👏👏

      2. reno says:

        seng arogan pemdse po seng sewa ruko,we 40 tahun,wes nggunake manfaatee ruko,kudune bersukur,ora ben warga kemiri kidul diuwe kesempatan sewa ruko,ruko dundake ki yo marga kabeh ra gor nggo sekelompok wong ruko tok,tp kabeh warga kemiri kidul.,

        1. Nia says:

          Sewa ruko apa sewa tanah ruko, bos?

          1. reno says:

            yo sewa tanah,yo sewa ruko,biyen jaman,kades,mbah kaji salam,ruko di bangun,bangunan sing bentuke podo,cete podo,gede cilike hampir podo, berarti iku sengbangun desa,iku nyoto
            trus di kotrake,waktu trus berjalan,mestine bangunan,rusak,trus do di bangun seng do ngontrak menurut kebutuhane seng do ngontrak,iku kabeh keno kanggo nile sopo seng jujur,sopo ora,cen do di bangun dewek dwe,tapi sak urunge di bangun deso,jmn kaji salam.

    2. Fajar sunu says:

      Cie cie… Bawa bawa domba…

      1. Ja says:

        Cie cie yang ngontrak bawa pretasi😂😂😂 pak

        1. Fajar sunu says:

          Yuk mari berdoa… Yang baik nampak baik, yang buruk nampak buruk.. Kita lihat siapa yg bermuatan pribadi dan siapa yg peduli dengan kepentingan umum.
          Kita lihat, Tuhan perpihak pada siapa

          1. Ja says:

            Amin semoga di kasih kelancaran dan org” yang ruwet di kasih kesadaran

          2. RE says:

            Anda ini contoh orang yang ingin terlihat baik dengan menjatuhkan orang lain, ingin diakui dan divalidasi keberadaannya dengan menjilat penguasa. Rela mengotori tangan dan lidahnya untuk membersihkan kotoran pemimpinnya. Bahkan rela dicap perusuh didesa. Luar biasa, berapa harga yang diberikan pemimpin anda?

          3. Ja says:

            Serlok ngopi bareng

    3. RE says:

      Salah satu warga ruko melaporkan bahwa anaknya mendapat intimidasi dari saudara Fajar. Beliau mengatakan, kejadian itu terjadi malam hari, Fajar dan dua orang lainnya yang tak ia kenal memaksa masuk ke salah satu ruko, Fajar dan temannya membentak warga ruko serta memukul pintu dan bagian bangunan lainnya. Fajar juga melontarkan ancaman yang membuat pemilik ruko tersebut merasa ketakutan.
      Narasi lagi? Mau dibuktikan dipengadilan?

      1. Fajar sunu says:

        Ditunggu laporannya mas. Saya yg ke polsek, atau anda yang ke polsek?

      2. Ja says:

        😁😁😁😁😂😃

      3. Ja says:

        Hayo 😁😁😁😂🤣

    4. Yuli says:

      Maturnuwun pak suparno, jenangan kalih warga kios kemiri kidul sependapat. Warga kios kemiri kidul niku nyuwun e namung bermusyawarah, kalo desa dan warga ne fajar ndak mau ya ndak perlu di paksa, kita juga masih mengupayakan jalan yg lain. Semoga warga ndak mudah diadu sama kades dan fajar, warga guyub rukun, desa dpt pemasukan dan warga juga

  10. Jayanto says:

    Hahahhaha😄😄😄😝

  11. Fajar sunu says:

    Jadi warga kemiri Kidul suruh diam saja? Ini milik masyarakat kemiri Kidul lho…

    1. Suparno says:

      Biarkan pemilik kios dan pemdes bermusyawarah, yg lain ndak usah ikut campur…

      1. Suparno says:

        Kalau desa tidak mampu, biar dijembatani pihak kecamatan…pemilik kios dan pemerintahan desa…

        1. Fajar sunu says:

          Update info mas. Segala tindakan kami sudah koordinasi dengan pihak kecamatan

          1. Suparno says:

            Sudah terjadi musyawarah antara pemdes, pemilik kios? Yg lain tidak ikut campur?

          2. Suri says:

            Yakin?

          3. Warga says:

            Camat aja ngak kalian hargai, ngaca donk.. kalo buka anak buahnya pandu sebagai kepala desa mana ada. Tolong hormati camat yg menjadi penengah.. fajar cs rusuh

          4. Fajar sunu says:

            Mari ngaca sama sama… 🤣🤣
            Baca beritanya, bagaimana aturannya… Jangan blunder
            Mengatasnamakan warga, tapi kok pilih sewa dibawah harga layak. Jane warga desa kemiri Kidul apa warga pengontrak ruko? 🤣🤣

          5. Warga says:

            Mungkin mas fajar saudaranya pak kades yg blm ngaca. Jangan jadi orang profokatif dan arogan

        2. Nitijen kemiri kidul says:

          Betul pak, itu yg rusuh fajar cs.. sodaranya pak kades

          1. Fajar sunu says:

            Dicap rusuh rapopo… Tinimbang nyawang aset desa ra diregani…
            Ngontrak regane dipadakne umum kok ra gelem… Yen ra gelam ya ben ganti pengontrak. Wong duite hasil kontrakan ya dienggo masyarakat desa.
            Jane sik ruwet ki warga apa pengontrak… 😅😅😅

          2. Warga says:

            Nah rusuh dan mengadudomba warga . Itu namanya profokator.. jelek sekali niatan nya

          3. Fajar sunu says:

            Sik sik… Sik jelek niatannya ki sapa… Wis dikei sp1 tekan 3 ya meneng wae… Sederhana saja, mau ngontrak silahkan, ga mau ya jangan rewel…

    2. RE says:

      Saya warga kemiri kidul, bukan pemilik ruko, sepengetahuan saya tidak ada musyawarah dengan pihak ruko, justru RT/RW yang diundang heran mengapa warga ruko tidak dilibatkan dalam musyawarah.
      Malah saya mendapat laporan bahwa anda Fajar memprovokasi warga/pendukung lurah untuk melakukan kerusuhan, adalagi yang melaporkan bahwa anda Fajar melakukan intimidasi terhadap salah satu warga ruko dimalam hari.
      Sebenarnya kapasitas dan status anda itu apa? Sehingga membuat kerusuhan didesa

      1. Fajar sunu says:

        Cie cie… Narasinya bagus sekali…

  12. Fajar sunu says:

    Diajak musyawarah a datang, njenengan datang saat musdes?
    Logika saja, ga sepakat dengan harga kontrak ya silahkan keluar biar ganti pengontrak.

    1. Suparno says:

      Saya sudah mengundurkan diri jadi rw, rdk ada undangan…
      Ingat musyawarah penentuan sekdes? Tau arti musyawarah untuk mufakat? Ketika musyawarah malam hari, apakah itu yg namanya musyawarah? Permainannya sudah kelihatan…

      1. Fajar sunu says:

        Permainan yang mana mas, dijelaskan… Jangan lempar bola liar

        1. Nitijen kemiri kidul says:

          Yang saya lihat permainan mengadudomba masyarakat desa? Krn persoalan ini sy lihat dpt di selesaikan secara musyawarah. Mas fajar dan pak kades mending melakukan mediasi drpada mengadudomba. Menurut sy pak rw sdh benar, beliau mengundurkan diri krn kepala desa sebagai atasanya bersikap arogan tanpa musyawarah.

          1. Fajar sunu says:

            Itukan menurut anda… Makanya datang saat musdes

        2. Nitijen Kemiri Kidul says:

          Itu bukan musdes orang itu paksaan namanya. Mas fajar sendiri yg bilang ndak perlu musyawarah! Pak camat aja diabaikan sama mas fajar sama pak kades

          1. Fajar sunu says:

            Mosok sih…emang musdese kapan mas? Salah hadir paling awakmu… Blunder… 🤣
            Musdese wis sak durunge ditetapkan perdes dan perkades… Ngono loh…

          2. Andi says:

            Mudes kok ora kabeh di undang kades e ora mutu

    2. Nia says:

      Boleh tau, musdesnya tanggal berapa?

  13. Naik boleh, tapi yg wajar. Mosok sampai 1000%.
    Naik tinggi boleh, tapi bertahap sehingga tidak memberatkan warga.
    Jangan sampai kesannya pemerasan atau mengusir secara halus.

    1. Fajar sunu says:

      Yang tidak wajar itu harga kios sebelumnya, 500-1jt saja… Sekarang malah banyak yg beralih fungsi jadi rumah tempat tinggal.

      1. Wrga says:

        Sewa tanah aja segitu tinggi, namanya mencekik rayatnya sendiri. Penentuan harga sewa tanah ya perlu ditentukan dengan yg ahli, dimusyawarahkan dengan warga yg terdampak, ngak boleh semena-mena

        1. Fajar sunu says:

          Yang mencekik siapa? Harga 500-1jt pertahun itu mencekik warga…

          1. Nitijen kemiri kidul says:

            Harga 12 juta/tahun untuk sewa tanah saja Mencekik warga!

          2. Fajar sunu says:

            Warga ruko?

          3. Wrga says:

            Warga kemiri kidul

        2. XXX says:

          Di daerah,, pasar adalah tempat central orang mencari makanan dan belanja,,selain alun2. Jadi sangat wajar jika dilakukan pembenahan harga sewa. Toh,, dana yg terkumpul akan masuk kas desa dan kembali ke warga.
          Apalagi kemiri kidul berbeda dg desa2 lainnya yg masih memiliki tanah desa yang kosong yg bisa di jadikan tempat wisata, usaha desa dll. Dan n juga wisata.
          Untuk melakukan suatu perubahan, memang perlu orang2 yg berani merubah peraturan yg kurang tepat apalagi bertahun2. Klo bukan sekarang ,kapan lagi. Kalo bukan kita2 yang terbuka pemikirannya – siapa lagi..

          1. Fajar sunu says:

            Adem sekali saya baca ini… Idola…

    2. reno says:

      wong njobo ra komen

  14. Suparno says:

    Niatnya bagus, jalannya salah. Saya warga kemirikidul tidak ingin melihat sesama warga diadu dengan polemik kios.
    Saya tidak punya kepentingan dari kedua belah pihak

    1. RE says:

      Saya juga lihat diberita sebelumnya, lurah mengakui akan mengerahkan 500 warga, dan ternyata memang ada edaran melalui WA yang berisikan ajakan kepada warga untuk melakukan demo. Terkesan provokatif, tidak sepatutnya lurah membenturkan kelompok warga.

      1. Fajar sunu says:

        Warga yang mana?

        1. Warga kemiri says:

          Warga kemiri kidul

    2. Fajar sunu says:

      Salahnya dmn? Biar diperbaiki… Diundang musdes aja para pengguna yg hadir beberapa… Dinaikkan harga saat musdes juga diam saja… Sekarang kok ribet. Kl ga mau sewa, tinggal balikin… Rata tanah juga gpp

      1. Nitijen kemiri kidul says:

        Salahnya desa tidak melakukan musyawarah dengan warga yg terkait atau terdampak. Bukannya mas fajar sendiri kmrn yg bilang ndak perlu musyawarah, nah disana salahnya mas, namanya musyawarah ya ada mufakatnya.. laha ini kan pemaksaan kebijakan. Jenengan sebagai saudaranya pak pandu ya mbok dibilangin, jangan jadi kepala desa yg arogan

      2. Suparno says:

        Pemilik kios , pemdes, duduk bersama,… yg lain tidak usah ikut campur

Leave a Reply to Wrga Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BPKPAD
previous arrow
next arrow
NEW CAKTI
previous arrow
next arrow
PKB
previous arrow
next arrow
MKKS SMK
previous arrow
next arrow
SMAN 5
previous arrow
next arrow
smpn22
previous arrow
next arrow
DINKUKM
previous arrow
next arrow
LHP
previous arrow
next arrow
PPK
previous arrow
next arrow
SINAR HARAPAN
previous arrow
next arrow

SEKILAS PURWOREJO

Laka Lantas di Jalan Tentara Pelajar Purworejo, Kopada Berpenumpang Pelajar Terguling Usai Tabrak Motor

PURWOREJO, Purworejonews.com. Sebuah angkutan umum Kopada yang membawa sejumlah pelajar saat pulang sekolah, terbalik setelah menabrak sebuah sepeda motor yang ...

Dengarkan Aspirasi Masyarakat, Panitia Akhirnya Rebranding dan Sayembarakan Logo Hari Jadi ke-194 Purworejo

PURWOREJO, Beberapa saat setelah dilaunching pada Jum'at (31/1/2025) siang, logo Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo mendapat kritikan dan masukan dari ...

Dihuni 86 KK, Populasi Kambing di Desa Gunung Wangi Purworejo Lebih Banyak dari Jumlah Warganya

KALIGESING, Desa Gunung Wangi di Kecamatan Kaligesing, menjadi salah satu pilihan dalam uji paket wisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata, ...

Sayur Blibar Khas Desa Pucungroto Purworejo, Tunggu 3 Hari Baru Bisa Dinikmati

KALIGESING, Sayur Blibar merupakan masakan tradisional khas Desa Pucungroto Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Sayuran yang bahan bakunya berasal dari biji buah ...

Ditarik dari Pantai Jatimalang, Ribuan Warga Saksikan Proses Penguburan Hiu Tutul Seberat 4,2 Ton

PURWODADI, Ribuan warga yang berasal dari berbagai wilayah tumpah ruah di sekitar area hiu tutul (Rhincodon Typus) yang terdampar dan ...

Paguyuban Pedagang Pasar Baledono Undang Gus Miftah, Ribuan Warga Tumpah di Jalan A Yani Purworejo

PURWOREJO, Pengajian dai kondang Gus Miftah yang digelar di depan Pasar Baledono, Purworejo, pada Selasa (8/8) malam dihadiri ribuan warga ...

Gaji Rp 11 Juta Sebulan, Jabatan Direktur PDAU Kurang Diminati Masyarakat

PURWOREJO, Kursi Direktur Perumda Aneka Usaha (PDAU) Purworejo yang kosong sejak pejabat lama terjerat kasus pidana, tampaknya kurang diminati oleh ...

NASIONAL

Mengenal Desa Rejoagung, Potensi Meningkat Usai Program Penataan Akses Reforma Agraria*

JOMBANG, Di Desa Rejoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Tiimur, air bukan hanya berkah, melainkan juga pintu pembuka rezeki baru bagi warganya ...

Wisuda 624 Taruna/i STPN, Menteri ATR/BPN Sampaikan Hal Ini

SLEMAN, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mewisuda 624 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) ...

Wujudkan Tata Kelola Anggaran Transparan dan Akuntabel, Sekjen Kementerian ATR/BPN Beri 3 Pedoman

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengadakan Bimbingan Teknis (bintek) untuk menyamakan persepsi 88 Satuan Kerja (Satker) ...

Temu Karya Teladan, Seorang Warga Desa Donorejo Purworejo Terima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional

JAKARTA, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menggelar acara Temu Karya Teladan Penerima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2025 di Jakarta ...

Meriahkan HUT ke-80 RI, Kementerian ATR/BPN Bakal Turut Ramaikan Karnaval Kemerdekaan

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ikut meramaikan Karnaval Kemerdekaan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 ...

MoU dengan 44 Kampus, Wagub Jateng Minta Mahasiswa KKN Dampingi Perangkat Desa Validasi Data RTLH

SEMARANG, Keterlibatan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik diharapkan dapat mendampingi masyarakat dan perangkat desa dalam mewujudkan data ...

Buka Acara Table Tennis Championship, Menteri Nusron Sampaikan Semangat Kesetaraan Atlet Disabilitas

JAKARTA, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Table Tennis Championships yang diselenggarakan oleh National ...

Unissula Bersholawat, Taj Yasin Ajak Masyarakat Seimbangkan Perawatan Ruh dan Jasad

SEMARANG, Lantunan shalawat bergema di Auditorium Universitas Sultan Agung Semarang dalam acara Unissula Bersalawat pada Senin (4/8/2025) malam. Momen tersebut ...

Jadi Layanan Paling Banyak Diakses Masyarakat, Ini Penjelasan Soal HT dan Roya Elektronik bagi Debitur Perorangan

JAKARTA, Hak Tanggungan (HT) adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah beserta objek lain yang melekat di atasnya, ...

Sampaikan 10 Capaian di Depan DPRD, Wagub Jateng: Tidak Ada Superman, Adanya Superteam

SEMARANG, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah sebagai superteam. Hal itu ...

SOSOK

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...
/ OPINI, SOSOK

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...
/ OPINI, SOSOK

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...
/ OPINI, SOSOK

Kepengurusan PWRI Puworejo Ajak Anggota Tamasya dan Dirikan Koperasi

PURWOREJO, Soekoso DM kembali terpilih menjadi Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Purworejo Masa Bhakti 2024-2029. Bupati Yuli Hastuti ...
/ SOSOK

Pilkades Sangubanyu, Utet Barli Manuhana Bertekad Kembalikan Kejayaan Desa

GRABAG, Desa Sangubanyu Kecamatan Grabag merupakan salah satu wilayah yang paling banyak jumlah calon kepala desa (calkades) pada ajang Pilkades ...
/ SOSOK

12 Hari Ikut Jambore Dunia, Zayana Fathania Ceritakan Pengalamannya

PURWOREJO, Satu-satunya wakil Purworejo yang mengikuti Jambore Dunia di Korea Selatan yakni Zayana Fathania, siswa kelas 9F SMPN 2, telah ...
/ BERITA, SOSOK

WISATA

Ribuan Orang Saksikan Ritual Sedekah Laut di Pantai Genjik

GRABAG, Para nelayan di Desa Kertojayan, Kecamatan Grabag, yang tergabung dalam Langgeng Raharjo, menggelar ritual sedekah laut di Pantai Genjik, ...

Bupati Ingin Art Center Jadi Ikon dan Magnet Wisata Perkotaan

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian meresmikan gedung Art Center Purworejo yang terletak di kompleks pendopo kabupaten, Jumat (4/8). Peresmian ditandai ...

BSD di Kaligesing, Bupati Tinjau Makam Syekh Maulana Maghribi

KALIGESING, Bupati Purworejo Agus Bastian kembali melaksanakan kegiatan Bupati Saba Desa (BSD) di Kecamatan Kaligesing, Senin (24/7). Secara berurutan rombongan ...

OPINI

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...

Menjaga Air, Menjaga Nurani: Catatan dari Danau Menjer

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Komisi II, Dapil Jawa Tengah VI Ada lanskap yang tak pernah meminta apa-apa selain ...