PURWOREJO, Hari pertama masuk sekolah, tampak orang tua siswa mengantarkan putra putrinya berangkat menuju sekolah, termasuk para ayah. Hal tersebut juga untuk menyukseskan Program Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah atau GAMAS, termasuk di SDN Purworejo.
Di gerbang sekolah saat hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang, pada Senin (13/7/2026) tampak puluhan ayah mengantar putra putri mereka ke sekolah. Tak hanya sampai gerbang, diantara mereka juga ikut bersalaman dengan kepala sekolah dan guru yang menyambut serta menyapa para siswa di halaman sekolah.
Diantaranya Kadin SosdaldukKB, Andang Nugerahatara Sutrisno. Mengenakan seragam khaki, Andang mengantar putrinya yang duduk di bangku kelas 4, Maryam Aqilah Azzahra sambil bersalaman dengan kepala SDN Purworejo dan para guru di halaman sekolah.
Tampak pula Kepala Desa Trirejo, Loano, Andhi Prasetyawan yang juga turut mengantarkan putra bungsunya di hari pertama masuk sekolah. Putranya, Abhivandya Anello Millen duduk di bangku kelas 1.
Tak hanya mengantar, Andhi pun turut mengikuti upacara bendera bersama puluhan orang tua lainnya yang berbaris sejajar dengan siswa kelas 1. Mereka mengikuti upacara sampai selesai, termasuk saat penyematan tanda peserta MPLS kepada siswa kelas 1 oleh wali kelasnya.
Saat ditemui di depan gerbang SDN Purworejo, Andang menyatakan kesannya mengantar anak sekolah. “Senang ya. Ini menjadi salah satu rutinitas mengantar anak sekolah utamanya yang masih usia PAUD, TK, dan SD,” ujarnya.

Menurut Andang, kegiatan mengantar anak sekolah dapat meningkatkan kedekatan emosional. Selain juga meningkatkan rasa aman dan percaya diri anak. “Tentunya hal ini kalau bisa rutin dilakukan, anak akan merasa bahwa kedekatan dengan ayahnya bisa memotivasi hal hal-hal positif. Misalnya dalam hal belajar dan disiplin waktu yang perlu dididik sejak anak usia dini,” tandasnya.
Kepala SDN Purworejo, Sugiyarti pun mengapresiasi upaya orangtua, terutama ayahnya, yang sudah mengantarkan putra putrinya ke sekolah dan ikut dalam upacara. Hal ini, menurutnya, selain untuk mendukung program GAMAS, juga dapat berpengaruh terhadap psikologis anak yang merasa aman dan diperhatikan oleh ayahnya.
“Alhamdulillah hari ini banyak ayah yang mengantar sekolah putra-putrinya. Tujuannya GAMAS ini juga untuk mengenalkan lingkungan sekolah putra-putrinya. Ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga diharapkan menyempatkan diri mengantar putra-putrinya sekolah,” ucap Sugiyarti.
Pada saat upacara, dirinya juga mengucapkan selamat datang kepada siswa kelas 1 yang pertama kali masuk sekolah dasar di SDN Purworejo. “Anak anak bukan lagi murid TK. Banyak guru baru, seragam baru. Semoga nanti selama lima hari kalian mengikuti MPLS yang akan dipandu oleh guru kelas 1,” katanya.
Kepada siswa kelas 2 sampai 6, Sugiyarti berpesan agar mereka tidak membully teman. “Semua teman, baik satu kelas adik kelas maupun kakak kelas bisa memberi contoh, stop bulying. Juga anak-anak tetap menjaga ketertiban dan kebersihan karena SDN Purworejo merupakan Sekolah Adi Wiyata Nasional,” imbuhnya.
Terkait kegiatan MPLS, Sugiyarti menyebutkan akan dilakukan selama lima hari untuk kelas 1 dan tiga hari untuk kelas 2 sampai 6. “Untuk siswa kelas 1 selama MPLS tidak ada pembelajaran. Mereka akan melakukan kegiatan berkenalan dengan teman sekelas, kakak kelas, dan semua guru. Juga mengenal lingkungan sekolah,” jelas Sugiyarti.
Adapun jadwalnya hanya sampai pukul 09.00. Hal itu karena masih penyesuaian dengan saat TK. “Jadi belum ada pembelajaran selama MPLS berlangsung,” tandas Sugiyarti. (Dia)



































Comment