PURWOREJO, Sebagai institusi pendidikan formal yang selalu berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan di luar sekolah, SMPN 4 Purworejo kembali hadir dalam Karnaval Pendidikan menyambut HUT RI. Tahun 2026 ini sebanyak 98 siswa SMPN 4 kelas 7, 8, dan 9 menjadi peserta karnaval tingkat SD, SMP, dan SMA yang diselenggarakan pada Sabtu (24/8/2026).
Pada kesempatan ini, tiga figur visual berukuran jumbo mewakili tiga subtema yang ditampilkan dalam karnaval. Ketiganya yakni Burung Hantu, Rahwana dan Shinta, serta Suku Dayak.
Selaku koordinator karnaval, Waka Kesiswaan Pawitno menjelaskan, tahun ini SMPN 4 Purworejo mengambil tema “Ilmu menjadi Cahaya, Budaya Menyelaraskan Jiwa Masa Depan”. Tema tersebut kemudian dibagi menjadi tiga subtema dengan tiga visualisasi.
“Subtema pertama, hening dalam sikap, tajam dalam pandangan, menembus gelap dengan cahaya pengetahuan. Kami ambil maskot Burung Hantu sebagai sumber pendidikan.
Subtema kedua, kesetiaan utuh menguatkan pengetahuan karakter tangguh mewujudkan peradaban. Ini kami menampilkan visualisasi Rahwana Shinta. kemudian yang ketiga, generasi cerdas menjaga budaya tanpa batas. Mengambil maskot warga Dayak diikuti penari dayak sebagai maskot utama,” jelas Pawitno saat ditemui sebelum karnaval dimulai.
Selain itu, pada karnaval kali ini SMPN 4 juga menampilkan music dan tarian secara live. “Jadi sepanjang jalan kami modifikasi antara gamelan, drum, dan biola yang kami padukan secara live, termasuk penarinya juga. Mereka menari berbagai jenis tarian tradisional,” imbuh Pawitno.
Terkait peserta, selain 87 anggota drum band, karnaval ini diikuti 98 siswa dari kelas 7,8, 9 dengan didominasi oleh kelas 9. “Karena ini tahun terakhir sehingga kami memberikan kesempatan kelas 9 untuk ikut. Di samping itu, kami juga mempertimbangkan fisik karena siang hari, kalau misalnya masih anak-anak masih kelas 7 itu kasihan,” tutur Pawitno.

Selain itu, Pawitno juga menyebutkan peran dari orang tua yang cukup besar dalam karnaval ini. Terutama yang anak-anak berpakaian carnival sepenuhnya orang tua yang mendukung. Terutama untuk yang rias dan kostum peserta.
Sedangkan dari pihak sekolah selain properti juga operasional yang didukung oleh 58 guru dan karyawan serta para pelatih.
Melalui karnaval ini pihaknya memiliki harapan yang sederhana. Yakni memberikan hiburan dan edukasi pada masyarakat. Edukasi berkaitan dengan tema. Kalaupun misalnya mendapat juara, menurutnya, itu merupakan bonus.
Adapun Kepala SMPN 4, Teguh Prayitno menyampaikan, karnaval ini merupakan puncak kegiatan kokulikuler SMPN 4 Purworejo yang membangun talenta, kreasi, dan semangat anak untuk menerapkan dan mengimplementasikan ilmunya.
“Diharapkan karnaval ini dapat betul-betul untuk menyamakan kegiatan sosial di masyarakat, bisa saling asuh asah asih, juga sebagai sarana evaluasi,” ungkap Teguh.
Selaku kepala sekolah, ia berharap SMPN 4 setidaknya selangkah lebih maju. Terutama dan utama dalam misi kemerdekaan di ranah pendidikan. Yakni ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun karakter yang kuat. Sehingga di tahun 2045 akan menjadi era emas pendidikan di Indonesia serta dapat sejajar dengan negara maju lainnya. (Dia)









































































Comment