PURWOREJO, Pembukaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMK YPP Purworejo pada Senin (13/7/2026) terbilang istimewa. Hal itu karena acara tersebut dihadiri oleh dua pengawas SMK sekaligus yang berasal dari Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah VIII Jawa Tengah. Keduanya yakni Achmad Chamdani dan Bani Mustofa yang hadir sekaligus untuk memberikan motivasi kepada 344 peserta didik baru di SMK YPP.
Usai acara pembukaan, kepada media, Bani Mustofa menyampaikan apresiasi terkait pelaksanaan MPLS di SMK YPP. Ia menilai para peserta telah menunjukkan budaya disiplin sejak hari pertama. “Dari yang saya lihat mulai dari baris di lapangan hingga kegiatan di dalam kelas, sudah mencerminkan kedisiplinan. Ini menjadi modal yang sangat baik untuk keberhasilan pembelajaran ke depan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa MPLS menjadi momentum penting bagi siswa untuk beradaptasi dengan budaya belajar di jenjang SMK. Jenjang ini, menurutnya memiliki karakteristik berbeda dengan saat masih di SMP.
Ditambahkannya, para siswa berasal dari latar belakang yang beraga sehingga perlu dipersiapkan agar memiliki kedisiplinan dan kesiapan belajar. Juga mampu menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran di SMK. “Jika sejak awal merasa nyaman dan diterima di lingkungan sekolah, proses belajar ke depan akan berjalan lebih baik,” ujarnya.
Senada dengan Bani Mustofa, Chamdani pun mengapresiasi SMK YPP yang dinilainya dapat menyelenggarakan MPLS dengan baik. Menurutnya, tingginya minat masyarakat menjadi bukti kepercayaan terhadap sekolah yang memiliki komitmen mencetak lulusan berkarakter dan siap kerja.
Ia berharap kegiatan MPLS berjalan lancar dan sukses. “Kepercayaan masyarakat kepada SMK YPP sangat luar biasa. Sesuai taglinenya, sekolah ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul dalam budi pekerti, memiliki soft skill yang baik, dan siap memasuki dunia kerja,” tandasnya.
Adapun Waka Bidang Kesiswaan, Abdul Karim, menjelaskan, kegiatan MPLS dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Hal yang tak kalah pentingnya adalah untuk membentuk karakter serta mempersiapkan diri menjadi lulusan yang unggul dan siap memasuki dunia kerja.

Ia menyebutkan, selama lima hari pelaksanaan MPLS, sekolah menghadirkan 29 narasumber internal serta empat instansi eksternal sebagai pemateri.
Yakni dari Polres Purworejo yang memberikan materi pencegahan penyalahgunaan narkoba, LPKA Kutoarjo tentang kenakalan remaja dan kesadaran hukum, Puskesmas Banyuurip mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta Koramil Banyuurip memberikan materi tata upacara bendera dan kedisiplinan.
Materi di hari pertama, lanjutnya, disampaikan dari internal sekolah. Yakni pengenalan kurikulum, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), Bursa Kerja Khusus (BKK), serta tata tertib sekolah.
Pihaknya berharap seluruh siswa dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan SMK dan memahami seluruh aturan serta fasilitas yang tersedia.
Kepala SMK YPP Purworejo, Mugi Widodo, mengatakan bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang menitikberatkan pada lima aspek utama. Diantaranya Budaya 5S dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia. Sedangkan materi internal dari sekolah berupa penguatan karakter menjadi prioritas untuk disampaikan kepada para siswa baru.
Pihaknya berharap seluruh peserta didik merasa nyaman, bahagia, bebas dari perundungan atau bullying, sehingga dapat belajar dengan optimal sesuai semangat MPLS Ramah.
“Harapan kami, setelah mengikuti MPLS, siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga mengalami perubahan karakter. Yakni menjadi lebih disiplin, berakhlak baik, dan memiliki kesiapan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja,” tandas Mugi. (Dia)



































Comment