PURWOREJO, Memasuki musim kemarau tahun ini, PDAM Tirta Perwitasari Purworejo telah mempersiapkan beberapa hal. Yakni memastikan debit sumber produksi. Kemudian memastikan semua peralatan dalam kondisi bagus, serta
saat dalam kondisi darurat armada tangki sudah siap.
Hal tersebut disampaikan Direktur PDAM Tirta Perwitasari, Hermawan Wahyu Utomo saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2026).
Tak hanya itu. Hermawan menjelaskan, kapasitas pompa pun sudah diperbesar. Juga reservoir di Simbarjoyo untuk meningkatkan kapasitas daya tampung menjadi 650 kubik untuk wilayah kota Purworejo di sekitar Jalan A. Yani.
“Perlengkapan sudah disiapkan, baik inventer seperti pompa yang diperbesar kapasitasnya. Termasuk mengganti yang rusak menjadi baru,” jelas Hermawan.
Pergantian pompa yg rusak untuk arah kota, lanjutnya, termasuk Banyuurip yang debitnya dari Desa Congdongsari mengecil, dibantu pengolahan di Bendung Boro.
Sedangkan distribusi untuk daerah tinggi di bypass, yakni di perempatan Demamgan Banyuurip dicrossing ke arah Desa Condongsari. Tak hanya itu, pihaknya juga terus memantau masalah kualitas air yang diambil sampelnya setiap bulan. Hal ini supaya kualitas airnya selalu terjaga bagus.
Selain itu, untuk jangka menengah di Tuksongo akan dipasang membran sehingga suplai dari sana bisa melayani Seren dan Gebang. “Saat ini masih diukur dan dihitung masalah debit,” imbuh Hermawan.
Terkait pelayanan distribusi air bersih di musim, ia menyebutkan bahwa masyarakat bisa meminta ke BPBD atau kepada PDAM langsung. Caranya, mengajukan surat permohonan. Adapun rate harga sekitar Rp350 ribu per tangki.
Biaya tersebut, menurut Hermawan, menyesuaikan dengan kenaikan harga solar sehingga armada yang membawa tangki menjadi lebih mahal. Adapun reservoir yang digunakan yang berada di Boro, Tuksongo, dan Kutoarjo.
Dirinya menegaskan, nantinya memakai pipanisasi bukan tangki, sehingga pelayanan bisa maksimal.
Hermawan pun mengimbau masyarakat agar memakai cara legal untuk memasang jaringan. Selain itu bila ada kebocoran secepatnya melapor ke petugas. Tak hanya itu, Hermawan mengimbau agar
pelanggan punya kepedulian terhadap meteran. “Cek rutin jangan sampai bocor besar untuk estimasi persil atau pipa dalam rumah,” tandasnya. (Dia)



































Comment