PURWOREJO, Sebagai rangkaian akhir kegiatan kelas 9 tahun ini, paguyuban wali kelas MTsN 1 Purworejo menggelar Akhirussanah Angkatan 46. Dalam momen haru yang diadakan di Aula Kantor KPPN, Rabu (3/6/2026) itu, Kepala MTsN 1, H. Wahyu Tri Wijayanto ‘mengembalikan’ siswa kelas 9 kepada orang tua yang selama tiga tahun menempuh pendidikan di madrasah.
“Dengan ini kami mengembalikan siswa kepada orang tua. Insya Allah kondisinya sudah sangat berbeda dengan tiga tahun lalu,” ucap H. Wahyu saat menyampaikan sambutan di depan orang tua siswa yang diundang dalam acara tersebut. Tercatat ada sebanyak 304 siswa kelas 9 MTsN 1 terdiri atas 144 putra dan 158 putri.
Selain orang tua siswa, panitia juga mengundang Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Purworejo, H. Mukhlis Abdillah, Pengawas Madrasah, H. Ayub Heri Santoso. Ketua panitia Harwal Mashuda juga mengundang Ketua Komite H. Mahmud RH.
Kepada orang tua siswa, H. Wahyu juga berpesan agar terus menjaga salat putra putrinya saat berada di rumah. Demikian pula kepada para siswa, dirinya berpesan agar mereka tetap menjaga salat sebaik-baiknya dimanapun dan kapanpun. “Karena inilah ciri khas siswa madrasah yakni bisa menjaga salatnya kapanpun dan dimanapun,” tegasnya.
Dalam forum itu H. Wahyu juga menyatakan rasa syukur dan berbahagia karena semua siswa lulus 100 persen. “Bapak juga mohon maaf kalau selama ini dianggap terlalu keras. Tapi semua itu semata-mata agar kalian menjadi anak yang disiplin. Teruslah menjadi anak yang baik dan rendah hati, pantang putus asa sampai menggapai mimpi,” pesannya.

Ia pun mengapresiasi komite yang memberikan dukungan dalam banyak hal. Saat ini menurutnya MTsN 1 bukan lagi menjadi sekolah pilihan kedua melainkan yang pertama. Termasuk juga perolehan prestasi baik akademik maupun non akademik.
Diantaranya Popda tahun ini yang berhasil meraih 42 medali serta pada Olimpiade Sains Madrasah (Osma) Kabupaten menjadi juara umum dengan meraih empat medali. Dalam Posma provinsi, dua siswa MTsN 1 juga berhasil meraih medali emas.
Di akhir sambutannya, H.Wahyu meminta bimbingan kepada Kepala Kantor Kemenag dan pengawas madrasah. Hal itu karena MTsN 1 menjadi kiblat sekolah madrasah di Kabupaten Purworejo.
Adapun Kepala Kantor Kemenag antara lain mengingatkan tentang tuntunan dari Imam Syafii. Diantaranya agar para wali murid menyiapkan segala keperluan pembelajaran siswa. Mulai buku seragam dan uang saku, bahkan mengikuti bimbingan. Juga pentingnya bimbingan guru sebagai hal yg tidak tergantikan.
Kepada para siswa, H. Mukhlis Abdillah menyebutkan bahwa mereka mempunyai kesempatan untuk menempuh pendidikan lebih panjang. Dirinya berharap selama masa perkembangan mereka jangan hanya berpuas diri sampai MTs.
Ka Kan Kemenag juga mengapresiasi pihak sekolah dan komite sekolah yang telah memfasilitasi kegiatan akhirussanah. Dirinya mengingatkan bahwa tidak semua biaya tercover dana BOS. (Dia)



































Comment