PURWOREJO, Suasana haru mewarnai prosesi Purnawidya Siswa Kelas 9 SMPN 31 Purworejo pada Selasa (2/6/2026) di halaman sekolah yang disulap menjadi tempat berkesan. Pada momen tersebut, selain orang tua hadir memberikan pelukan sayang kepada putra putrinya yaang telah lulus, perwakilan siswa yang telah purna pun menyampaikan kesan yang mendalam selama menimba ilmu di SMPN 31 atau dikenal dengan sebutan Spentisa.
Keisya Wijayanti, perwakilan siswa kelas 9B yang mewakili teman-temannya menyampaikan kesan-kesannya. Menurutnya, menghadapi kelulusan ini seperti berada di sebuah persimpangan. “Setelah selesai menempuh pendidikan, saat ini terbentang luas masa depan,” ucapnya dalam pidato tanpa teks.
Ia menuturkan, pada satu kisah dalam kenangan seribu langkah menuju masa depan, sekolah bukan sekedar halaman dan ruangan berisi papan tulis. “Sekolah merupakan rumah kedua, tempat belajar dan bangkit. Tiga tahun lalu, kami datang dengan canggung dan membawa nama jati diri. Seiring berjalannya waktu, kantin dan teguran guru menjadi mosaik indah dalam kenangan,” ucap Keisya penuh makna.
Mewakili teman-temannya, ia meyakini bahwa di setiap teguran guru ada doa untuk anak didiknya. “Guru bukan hanya pengajar, tapi sebagai cahaya yang mengubah keraguan menjadi keyakinan. Kami tidak akan pernah
melupakan kesabaran guru guru menghadapi kami,” imbuh Keisya.
Kepada teman-teman seangkatannya, Keisya menyatakan, meski pernah bersama-sama dan beda pendapat dan berdebat, tapi suatu hari nanti mungkin akan berada di tempat berbeda. “Tapi percayalah kita selalu berada di tempat yang sama yakni yakni SMPN 31,” ungkapnya haru.
Selain itu, kepada adik kelas ia berpesan agar mereka merawat sekolah dan mengingatkan bahwa semua yang disampaikan oleh bapak ibu guru merupakan hal yang nantinya selalu diingat dan bermanfaat.

“Tiga tahun di sekolah sudah memberi bekal yang cukup. Kenangan ini tidak membuat kita tinggal di masa lalu, tapi akan menjadi landasan dimana kita bertumbuh,” tandasnya.
Di satu sisi, Kepala SMPN 31, Betty Indah Daluliyah menyampaikan, tercatat sebanyak 185 siswa kelas 9 yang dinyatakan lulus. Ia pun
mengapresiasi komite yang telah bersinergi bersama sekolah melaksanakan acara ini.
Dirinya berpesan agar para alumni menjaga nama baik diri sendiri dan sekolah almamater. Selain itu juga dapat memberikan semangat kepada adik kelas. Dalam forum itu selaku kepala sekolah, dirinya menyerahkan kembali para siswa kepada orang tua yang juga turut hadir dalam acara tersebut.
Selain itu, Betty juga membacakan pengumuman kelulusan sebanyak 185 siswa kelas 9, dengan rincian 92 putra dan 93 putri. Juga diumumkan 11 siswa peraih Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan 10 siswa berprestasi akademik.
Pengawas SMP Dikdikbud Purworejo, Mutmainah saat menyampaikan sambutan menyampaikan bahwa hari ini tidak hanya perpisahan, melainkan merupakan apresiasi atas perjuangan siswa selama tiga tahun. Selaku pengawas dirinya mengapresiasi semua pihak yang telah berjasa selama ini, termasuk orang tua siswa.
Dirinya berpesan agar komite mengawal setiap program sekolah sehingga berjalan lancar. Menurutnya, partisipasi dan dukungan aktif komite membantu pihaknya membantu melaksanakan tugas dengan lebih baik. (Dia)



































Comment