PURWOREJO, Pasien cuci darah atau hemodialisa (HD) di Purworejo mengalami peningkatan. Hal tersebut tampak dari tingkat keterisian bed yang mengalami peningkatan serta tingginya kebutuhan tempat tidur (TT) khusus untuk HD di beberapa rumah sakit Purworejo.
Saat dihubungi, Kadinkesda Purworejo, dr. Sudarmi mengungkapkan, saat ini TT untuk HD di RSUD dr. Tjitrowardojo sebanyak 45, RSUD Tjokronegoro dan RS Amanah Umat masing-masing 10, serta RS Palang Biru empat TT. Sehingga total ada 69 TT khusus HD.
“Selanjutnya akan dilakukan penambahan TT di RSUD Tjitrowardoyo 10 dan RS Palang Biru tiga. Harapannya tidak full dipakai,” kata dr. Sudarmi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).
Lebih lanjut ia menyebutkan, makin meningkatnya jumlah warga Purworejo yang menjalani cuci darah disebabkan oleh gangguan ginjal hingga gagal ginjal. Pemicunya karena meningkatnya penderita hipertensi dan diabetes militus (DM).
“Saat ini hipertensi terkontrol 97 ribu dari 239 ribu hipertensi prevalensi. Sedangkan
DM targetnya 7.035 tapi ditemukan 11.559 kasus,” kata dr. Sudarmi.
Dua penyakit tersebut, lanjutnya, bila
tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan komplikasi. Akibatnya terjadi gangguan ginjal kronis hingga harus menjalani cuci darah.
Meski demikian dr.Sudarmi menyebutkan, pasien HD tidak ada anak-anak berusia di bawah 15 tahun.
Terkait dengan kondisi tersebut, Kadinkesda mengimbau agar masyarakat menjaga pola hidup sehat dan rutin memeriksa kesehatan, paling tidak setahun sekali melalui program pemrintah. Namun bila sudah ditemukan kedua penyakit tersebut, masyarakat diimbau untuk rutin kontrol setiap bulan.
“Kontrol tidak harus selalu mendapatkan obat. Bisa juga diet atau pola hidup sehat dengan menjalankan germas atau gerakan masyarakat hidup sehat. Germas tidak hanya untuk masyarakat tetapi juga untuk diri sendiri. (Dia)



































Comment