PURWOREJO, Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK se-Jawa Tengah yang dihelat di Purwokerto selama empat hari mulai 13 hingga 16 April telah berakhir. Dalam pengumuman lomba yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada Kamis (16/4/2026) malam, Purworejo memperoleh dua medali perak. Yakni untuk mata lomba Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) serta Teknik Otomotif Mobil (TOM).
Kedua medali perak tersebut masing-masing diraih oleh Rifky al Ghozaly, siswa kelas 12 TKP SMKN 6 untuk mata lomba TOM, dan Rahma Fatimah, siswi kelas 12 MPLB3 SMKN 2 untuk mata lomba MPLB. Selain medali, mereka juga mendapatkan uang pembinaan masing-masing senilai Rp2,5 juta.
Dihubungi pada Jumat (17/4/2026), Ketua MKKS SMK Kabupaten Purworejo, Wahyono menyampaikan, sebenarnya target semula minimal ada yang bisa mendapatkan medali emas. “Tapi juara 2 pun sangat kita syukuri. Purworejo dapat dua medali perak, sangat kita syukuri,” ungkap Wahyono.
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih atas dukungan sekolah. Ia menyadari, peserta LKS bervariasi tiap tahunnya. Dua mata lomba tersebut, menurutnya, memang sudah diprediksi bisa menyumbangkan medali untuk Purworejo.
Selain juga target lain yakni untuk Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
Terpisah, Kepala SMKN 6, Noor Ika Layla mengungkapkan, keberhasilan ini merupakan buah kesuksesan atas perjuangan berbagai pihak. Baik dari seluruh warga SMKN 6 maupun tim MKKS SMK Purworejo. Semua pihak berkontribusi penuh dalam mendukung kontingen mulai dari sesi latihan hingga pelaksanaan.
“Kerja keras dan cerdas peserta dalam arahan guru pembimbing didukung doa dan support dari seluruh pihak menjadikan peserta lebih siap dari segi mental, fisik, dan kompetensi,” kata Noor Ika.
Dijelaskannya, upaya persiapan fisik yang dilakukan meliputi pemberian suplemen tambahan kepada peserta sebelum dan saat lomba. “Kami juga mengkomunikasikan kepada orang tua agar mendukung kebugaran peserta seperti turut mengkondisikan waktu istirahat dan pemakaian gawai secara efektif dan efisien,” imbuhnya.
Adapun persiapan kompetensi dilakukan dengan berbagai upaya secara kolaboratif dengan pihak Dunia Industri/Dunia Usaha serta SMK lain di Kabupaten Purworejo. Berupa prminjaman alat, sewa unit praktik, serta pelatihan untuk upskiling peserta LKS.
Berikutnya, strategi yang dilakukan sekolah untuk memberikan dukungan moral dan spiritual berupa pelaksanaan doa bersama pada 15 menit pertama selama empat hari pelaksanaan lomba, yakni 13 hingga 16 April. Lagi lagi, pihak sekolah juga mengkomunikasikan dengan orang tua peserta LKS untuk dapat turut mendoakan secara maksimal.
Kepala SMKN 2, Indriati Agung Rahayu pun menyampaikan hal senada. Ia berharap hasil tersebut dapat membawa nama SMKN 2 semakin diperhitungkan dan dipertimbangkan oleh calon siswa SMP yang akan melanjutkan jenjang sekolah berikutnya. (Dia)






































































Comment