PURWOREJO, Kompetensi yang terus terjadi di berbagai sektor termasuk layanan kesehatan, membuat RSUD dr Tjitrowardojo mau tidak mau harus memperbaharui berbagai hal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, tidak hanya di Purworejo namun juga regional Jawa Tengah bagian selatan.
Untuk itu, ada tiga hal penting yang perlu ditingkatkan standarnya. Yakni sarpras dan fasilitas meliputi standar kelas rawat inap, SDM segala lini, serta konsep pembiayaan pelayanan kesehatan. “Dari ketiga hal tersebut, kuncinya adalah peningkatan alat kesehatan serta SDM yang diharapkan jadi hal utama dalam pelayanan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo, dr. Tolkha Amaruddin saat menjadi pemateri pada Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026.
FGD yang berlangsung di Ruang Auditorium RSUD, Kamis (16/4/2026) itu dihadiri oleh Ketua Komisi 3 DPRD Tursiyati, dokter dan tenaga medis dari rumah sakit dan puskesmas, LSM serta unsur media.
Mengusung tema Akselerasi Transformasi Kesehatan dan Integrasi Teknologi Digital Guna Mewujudkan Standar Pelayanan Publik yang Lebih Berkualitas, dr. Tolkha mendampingi Tursiyati meluncurkan inovasi layanan RSUD dr. Tjitrowardojo.
Yakni Tjitra Mobile Aplikasi, Sinar Neon (Sistem Informasi Hand Over Neonatus), Sigab Nifas (Sistem informasi gerak cepat),
Simonika (Sistem Monitoring Notifikasi Jadwal Kemoterapi), Sapa Pasien Bima, dan Berlian (Bermain untuk Pemulihan dan Kesembuhan Anak).
Dalam FGD tersebut, Wadir Pelayanan RSUD, dr. Nunik Sulistyaningsih merinci inovasi tersebut. Dijelaskan, Tjitra Mobile Aplikasi merupakan layanan digital resmi rumah sakit yang memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan kesehatan secara online. “Termasuk bisa mengetahui secara detil Jadwal operasi oleh keluarga pasien tanpa harus berada di rumah sakit,” katanya.

Sigab Nifas, adalah sistem yang mendukung keselamatan bayi melalui proses serah terima neonatus yang terintegrasi. “Sistem informasi gerak cepat ini adalah optimalisasi handover ibu nifas untuk memastikan kesinambungan pelayanan yang aman dan berkualitas,” jelasnya.
Berikutnya, Simonika, bertujuan membantu pasien dalam memantau dan mengingat jadwal kemoterapi secara tepat waktu. Layanan inovasi digital lainnya, Sapa Pasien Bima berupa layanan tindak lanjut pasien melalui WhatsApp dalam waktu 48 jam pasca pulan. Ini adalah wujud perhatian berkelanjutan dari RSUD.
Juga Berlian, merupakan pendekatan pemulihan anak melalui aktivitas bermain yang menyenangkan untuk mendukung proses kesembuhan.
Dr. Tolkha pun menyampaikan komitmen untuk terus melakukan transformasi layanan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta berorientasi pada keselamatan dan kepuasan pasien.
“Melalui Forum Konsultasi Publik ini, peserta yang terdiri dari unsur masyarakat, OPD terkait, akademisi, media, serta organisasi kemasyarakatan diharapkan memberikan berbagai masukan konstruktif. Yakni terkait peningkatan mutu layanan, kemudahan akses, serta penguatan layanan berbasis digital,” ucap dr. Tolkha.
Pihaknya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berkualitas tinggi bagi masyarakat.
Ditandaskabya bahwa forum ini menjadi wadah strategis bagi RSUD dalam menjalin komunikasi dua arah dengan masyarakat, pemangku kepentingan dan mitra kerja. Tujuannya untuk menyerap aspirasi, saran, dan masukan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. (Dia)






































































Comment