KUTOARJO, Datangkan pembicara langsung dari Jepang, Alpa Indonesia menggelar Seminar Internasional di Perpustakaan Daerah Purworejo, Jumat (3/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh anggota dan pengurus sebagai upaya membuka wawasan sekaligus memperkuat kesiapan sumber daya manusia untuk bekerja di industri Jepang.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Alpa Indonesia Rawin SS, Ketua Baznas Purworejo, Ketua KNPI, serta Ketua Panitia Nur Wakhid yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Jatengsela.
Dalam sambutannya, Rawin mengungkapkan bahwa Alpa Indonesia memiliki komitmen untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi dalam mengentaskan pengangguran.
“Lembaga kita bertujuan menciptakan SDM unggul dan siap kerja di industri Jepang,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu bentuk kerja sama yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan seminar sebagai sarana pertukaran informasi. Menurutnya, lembaga pelatihan di Indonesia sangat membutuhkan informasi terkini guna menyesuaikan kebutuhan industri di Jepang.
Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi para peserta, khususnya siswa yang ingin belajar bahasa Jepang dengan pendampingan native speaker, serta mendapatkan informasi terkait lowongan pekerjaan dan potensi yang berkaitan dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

“Harapannya dari sisi lembaga bisa memahami kebutuhan industri Jepang seperti apa. Selain itu, para pemuda di Indonesia juga dapat meningkatkan skill bahasa yang memang dibutuhkan di sana,” lanjutnya.
Rawin menegaskan bahwa kegiatan seminar ini merupakan bagian dari visi dan misi internal Alpa Indonesia dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan lembaga yang kredibel dan profesional, sekaligus memberikan dampak positif bagi para anggotanya.
Ia berharap kegiatan ini mampu memberikan manfaat nyata, khususnya bagi lembaga pelatihan di Purworejo, serta menjadi sumber informasi yang positif terkait peluang kerja di industri Jepang.
Seminar internasional ini menghadirkan pembicara utama, Arimoto Takuro, konsultan bisnis Alpa Indonesia yang datang langsung dari Jepang dan juga merupakan manajer organisasi pendukung terdaftar.
Dalam pemaparannya, Arimoto menyampaikan materi menggunakan bahasa Jepang, dengan dukungan penerjemah yang membantu peserta memahami isi seminar.
Materi yang disampaikan berfokus pada perkembangan pasar tenaga kerja di Jepang, termasuk perbedaan antara program magang teknis dan pekerja terampil khusus. Selain itu, dibahas pula sistem penerimaan tenaga kerja yang direncanakan berlaku pada tahun 2027, fleksibilitas perpindahan kerja, serta perubahan peran Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di masa mendatang.

Arimoto juga mengungkapkan sejumlah elemen penting yang menjadi kriteria perusahaan Jepang dalam merekrut tenaga kerja asing, sehingga dapat menjadi bekal bagi para peserta dalam mempersiapkan diri sejak dini.
Sementara itu, Ketua Panitia Nur Wakhid menyampaikan bahwa keberadaan lembaga pelatihan bahasa Jepang saat ini masih terbatas, sehingga kegiatan ini menjadi peluang besar untuk mengakomodasi para pegiat LPK Jepang.
“Ini kesempatan luar biasa untuk mengakomodir teman-teman yang bergerak di LPK Jepang, sekaligus menjadi wadah dan fasilitator bagi masyarakat yang memiliki minat mengikuti program ke Jepang,” ungkapnya.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan kartu anggota kepada member Alpa Indonesia.
Selain itu, juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Alpa Indonesia dengan Arimoto Takuro sebagai bentuk penguatan kerja sama ke depan. (Ita)






































































Comment