PURWOREJO, Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Purworejo sejak Kamis (15/1/2025) mengakibatkan bencana tanah longsor di sejumlah titik.
Merespons kejadian tersebut, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, turun langsung meninjau lokasi terdampak di Kecamatan Bener, Jumat (16/1/2026) siang.
Kehadiran orang nomor satu di Polres Purworejo ini didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Purworejo, Camat Bener Vivin Suryandari Feriyani, Danramil Bener Kapt. Daryanta, serta kepala desa setempat.
Kunjungan ini difokuskan pada dua desa yang mengalami kerusakan cukup parah, yakni Kalitapas dan Kamijoro.
Di Desa Kalitapas, rombongan menyambangi kediaman Misbah (73) di Dusun Silebeng. Rumah lansia tersebut tertimpa longsoran bahu jalan kabupaten setinggi tujuh meter yang mengakibatkan kerusakan material signifikan.

Sementara di Desa Kamijoro, tercatat tiga rumah warga di Dusun Ngemplak mengalami kerusakan. Rumah milik Mojin (56) dan Muhtasor (65) mengalami jebol pada bagian tembok dapur akibat terjangan lumpur. Kondisi paling memprihatinkan terlihat di kediaman Wagito (45), karena bangunan rumah utama dan dapur mengalami rusak parah dan nyaris roboh.
Kapolres Purworejo menyampaikan bahwa kehadirannya bersama jajaran merupakan bentuk empati dan dukungan moril bagi warga yang sedang tertimpa musibah.
“Kami hadir di sini untuk menunjukkan rasa empati sekaligus memberikan semangat dan motivasi kepada para korban agar tetap sabar dan tegar menghadapi cobaan ini,” ujar AKBP Windy Syafutra di sela-sela kegiatannya.
Tak hanya memberikan dukungan moral, Kapolres juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada para korban. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan pokok harian warga terdampak selama masa pemulihan.
Mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, Kapolres memberikan himbauan tegas kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan perbukitan.
“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada, terutama saat hujan turun dengan durasi lama. Segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan di sekitar hunian demi keselamatan jiwa,” pungkasnya. (Dia)

