Tingkatkan Kesadaran Salat 5 Waktu Siswa, M.TsN 1 Purworejo Gelar Pengajian Isra Mikraj

PURWOREJO, Sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan semangat menjalankan ibadah salat lima waktu para siswanya, M.Ts Negeri 1 Purworejo menggelar Pengajian Isra Mikraj. Momen peringatan Isra Mikraj dirasa pas untuk meningkatkan ibadah siswa terutama dalam hal menjalankan salat lima waktu.

“Inti dari kegiatan PHBI Isra Mikraj ini adalah untuk meningkatkan iman dan takwa siswa, terutama dalam hal menjalankan perintah salat lima waktu dengan kesadaran dari dalam diri sendiri,”
kata Kepala M.TsN 1, H. Wahyu Tri Wijayanto usai membuka kegiatan yang digelar di masjid madrasah, Sabtu (17/1/2026).

Lebih lanjut Wahyu mengungkapkan, meski berada di lingkungan madrasah yang berbasis agama, namun pihaknya tidak boleh lengah dan lelah memotivasi para siswa, termasuk dalam hal salat lima waktu.

“Saat ini, saya menilai anak-anak itu shalatnya sebagian memang karena kesadaran dari dalam hati mereka sebagai kebutuhan dan kewajiban. Tapi masih ada beberapa anak yang shalat itu karena diperintah atau takut kepada guru. Atau mungkin bahkan karena hanya karena di absen,” ungkapnya.

Kepala M.TsN 1 Purworejo,  H. Wahyu Tri Wijayanto

Ia berharap dengan mengikuti materi pengajian Isra Mikraj, para siswa betul-betul dapat menjalankan ibadah salat sebagai sebuah kebutuhan dan kewajiban dari seorang yang beragama Islam. “Bukan karena takut pada guru, bukan karena takut absen. Tapi itu akan timbul dari dalam hati mereka sendiri,” tandasnya.

Peringatan Isra Mikraj di M.TsN 1 kali ini diiisi dengan tausiyah oleh Habib Muhammad Fariz Baity Lc. Di hadapan ratusan siswa kelas 7 hingga 9, ustad Ponpes Al Iman Bulus ini memaparkan tentang asal usul terjadinya Isra Mikraj, yakni perjalanan Nabi Muhammad terkait perintah shalat.

“Nabi Muhammad SAW merupakan contoh seorang negosiator ulung. Bayangkan, beliau mampu menawar perintah Allah yang semula memintanya menjalankan salat 50 waktu, menjadi hanya lima,” jelasnya.

Di akhir materinya, ia memotivasi siswa untuk selalu menjalankan salat lima waktu sebagai tiang agama. Hal ini penting sebagai tameng menghadapi banyak tantangan terutama di usai remaja. (Dia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *