PURWOREJO, Meski saat ini kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purworejo dinilai masih belum representatif, namun hal itu tidak mengurangi semangat pimpinan dan seluruh staf untuk terus berbenah. Hal tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Saat ini kami dari BPS Purworejo sedang menunggu hibah tanah dari pemda seluas kurang lebih 2.000 m2. Meski demikian saat ini kami tetap mengedepankan pelayanan publik. Meskipun tidak harus menghadirkan konsumen melalui online, namun juga secara off line bernama PSP atau pelayanan statistik terpadu,” kata Kepala BPS, Budi Budi Prawoto dalam FGD Standar Pelayanan Publik yang diadakan di Ruang Rapat Kantor BPS, Kamis (12/2/2026).
Forum dihadiri berbagai perwakilan dari Bapperida, Perpusda, LSM Corp Petji Miring, Kominfo, LPP NU, akademisi, mahasiswa, dan media. Dalam pengantarnya, Budi menjelaskan pembagian desil 1 hingga 10 yang digunakan untuk pemeringkatan tingkat kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia.
“Data desil 1 hingga 10 pembagiannya berdasarkan presentasi jumlah penduduk. Desil 1 sampai desil 5 adalah kelompok masyarakat yang akan menerima berbagai bantuan sosial, sedangkan 6 hingga 10 untuk kelompok penduduk mampu. Pemeringkatan berdasarkan data Kemensos yang berasal dari pendamping PKH atau program keluarga harapan,” jelas Budi.
Apapun data dari BPS, lanjutnya, adalah untuk menguatkan pemerintah terkait dengan kemampuan harapan hidup, misalnya pengguna daya listrik dalam rumah tangga. “Selanjutnya dilakukan pemeringkatan oleh BPS yang dikembalikan lagi ke Kemensos,” lanjutnya.

Adapun data tersebut pemeringkatannya secara nasional sehingga databasenya dapat mengindikasikan data kemiskinan kabupaten berdasarkan jumlah desil. Yakni bila lebih dari 10 persen.
Selain itu, BPS juga menguraikan materi FGD yang disampaikan oleh Wiji Nugroho. Diantaranya terkait tiga jenis layanan di BPS, yaitu perpustakaan, konsultasi statistik, dan rekomendasi statistik. “Sebelumnya ada empat yakni layanan penjualan produk statistik yang dihapus di tahun 2025,” jelas Wiji.
Layanan perpustakaan, diantaranya tercatat 249.376 jumlah publikasi. Layanan konsultasi statistik melalui Silastik atau sistem informasi layanan statistik. Sedangkan rekommendasi statistik melalui layanan Romantik atau rekomendasi penyelenggaraan kegiatan statistik sektoral. “Semua pelayanan tersebut nol rupiah,” tegas Wiji.
Untuk pelayanan statistik terpadu, BPS menyediakan platform untuk konsultasi kebutuhan dan permintaan data melalui daring. Yakni melalui WA 08515153306, Website resmi pureorejoksb.bps.go.id serta medsos ig bpskabpurworejo.
Budi berharap, FGD dapat memberikan informasi terkait BPS Purworejo secara fungsional. Disamping itu juga adanya masukan dari peserta untuk peningkatan pelayanan yang saat ini mendapatkan tingkat kepuasaan “Baik”. (Dia)




























































Comment