PURWOREJO, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari menegaskan komitmennya dalam mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting melalui perluasan akses air bersih bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur PDAM Tirta Perwitasari, Hermawan Wahyu Utomo dalam acara buka puasa bersama insan media yang digelar di kantor PDAM pada Rabu (10/3/2026) sore. Hadir dalam acara tersebut Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Asisten 2 Setda Budi Wibowo, serta sejumlah pejabat terkait.
Dalam acara tersebut, Hermawan menegaskan bahwa PDAM menitikberatkan program untuk menghilangkan dua variabel, yakni miskin ekstrem dan stunting.
“Kami sangat berharap ke depan dapat tercapai zero miskin ekstrem dan menuntaskan stunting,” jelasnya.
Disampaikan, masih ada empat kecamatan yang belum terjangkau PDAM, yakni Bruno, Kaligesing, Bagelen, dan Ngombol. Berbagai program dibuat untuk memudahkan masyarakat mengakses air bersih melalui layanan PDAM.
“Selama Ramadan ini, dibuat semakin mudah dan murah dalam pemasangan. Kami berikan diskon Rp 300 ribu saat pemasangan dan bisa dicicil. Bahkan di akhir tahun kami adakan undian umrah,” tambahnya.
Hermawan berharap media dapat membantu memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Di sisi lain, ia juga menegaskan bahwa pihaknya siap menerima masukan dari media maupun masyarakat.
“Kita tidak alergi komplain. Mana yang bagus, mana yang harus diperbaiki,” ujarnya.
Turut memberikan sambutan, Bupati Purworejo Yuli Hastuti. Ia membenarkan bahwa ketersediaan air bersih merupakan salah satu indikator yang berkaitan dengan tingkat kemiskinan. Dari 16 kecamatan di Kabupaten Purworejo, empat di antaranya memang belum terjangkau layanan PDAM.
Namun demikian, jumlah pelanggan air bersih PDAM terus meningkat setiap tahunnya.
“Semoga ke depannya, dapat mencakup semua wilayah kecamatan hingga pelosok,” pungkas Bupati. (Ita)




































Comment