PURWOREJO, Kepala sekolah, guru, dan siswa SMK Kesehatan menggelar mujahadah dan doa bersama memperingati 12 tahun berdirinya sekolah tersebut. Kegiatan yang berlangsung Minggu (7/3/2026) sore di aula sekolah ini berlangsung khidmat dan dihadiri juga oleh pengurus Yayasan Bina Tani Bagelen.
Selain mujahadah dan doa bersama, dalam momen milad tahun ini juga dibagikan 300 takjil berupa nasi boks yang dilakukan oleh empat organisasi sekolah. Yakni OSIS, Dewan Ambalan, PMR, dan Rohis.
Koordinator kegiatan, Fauziah Rahmawati menyebutkan, ratusan takjil tersebut dibagikan di enam lokasi di Purworejo. Yakni di Lengkong, Perempatan M.TsN 1, Perempatan Cangkrep, area RSUD Tjokronegoro, serta tim yang mobile.
“Ini merupakan agenda rutin setiap Ramadan, bertepatan milad sekolah, sebagai rasa syukur sudah diberi usia 12 tahun,” ucap Rahma. Selain itu, kegiatan tersebut juga untuk melatih siswa lebih peka terhadap lingkungan.

Adapun Kepala sekolah Nuryadin di sela acara mujahadah menyampaikan, hari kelahiran atau milad SMK Kesehatan Purworejo sebenarnya jatuh pada tanggal 1 Maret. Tepatnya tanggal 1 Maret 2014, saat dirinya melakukan presentasi tentang SMK Kesehatan di hadapan pengurus yayasan.
Selain itu, lanjutnya, momen tersebut juga bertepatan dengan peristiwa Serangan Umum 1 Maret yang menjadi spirit lahirnya SMK Kesehatan.
“Sejarah berdirinya SMK Kesehatan diawali dengan survei ke beberapa tempat yang akhirnya dipilih lokasi yang sekarang. Juga berdasarkan studi banding dengan SMK kesehatan yang ada di Yogya. “Saat itu di Purworejo belum ada SMK yang khusus menggunakan nama kesehatan,” tuturnya.
Dalam perjalanan berikutnya muncul kompetitor yang justru membuat SMK Kesehatan Purworejo menjadi lebih inovatif dan kreatif. Termasuk dalam pola penerimaan siswa baru.
“Saya berharap, temen-temen tambah solid, lebih kompak lagi. Karena memang tantangannya ke depan semakin berat sehingga dibutuhkan suatu kebersamaan. Kita harus kompak baik di rumah maupun di sekolah. Sehingga pelayanan kepada siswa lebih bisa maksimal,” imbuh Nuryadin.
Menurutnya, para siswa butuh pendampingan dan dimanusiakan atau dihargai. Para guru harus fokus pada the best process, bukan the best input. Ia pun menargetkan jumlah siswa dapat terus naik, termasuk juga bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk pembangunan gedung sekolah.
Selain itu Nuryadin berharap jumlah siswa yang melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi bisa bertambah. Termasuk juga yang bekerja di luar negeri seperti Jepang dapat meningkat di tahun berikutnya. “Intinya tidak ada lulusan SMK Kesehatan yang menganggur,” tegasnya. (Dia)




































Comment