PURWOREJO, Pengajian Nuzulul Qur’an dan Istighosah mewarnai suasana Ramadan siswa SMPN 4 Purworejo. Diikuti seluruh siswa, pengajian dalam rangka Nuzulul Qur’an dan Istighosah diadakan di Masjid Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPwr) di hari ke-10 puasa Ramadan, (28/2/2026).
Istighosah dipimpin oleh Ketua Komite SMPN 4, Masrukin. Para siswa, khususnya kelas 9, mengikuti dengan khusyu sambil melafalkan doa-doa yang disampaikan oleh Masrukin. Berikutnya, tausiyah Nuzulul Qur’an disampaikan oleh Nasrudin yang merupakan dosen UMPwr.
Kepala SMPN 4, Warno Dwi Antoro melalui Waka Kesiswaan, Pawitno menjelaskan alasan pengajian dalam rangka Nuzulul Qur’an dibarengkan dengan istighosah untuk siswa kelas 9. Menurutnya, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menyelenggarakan dua kegiatan tersebut sekaligus.
“Minggu depan anak-anak sudah full mengikuti KBM, kemudian juga siswa kelas 9 juga akan melaksanakan asesmen TKA,” ucap Pawitno di sela acara. Pengajian diikuti seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 sejumlah 764 siswa. Sedangkan istighosah khusus untuk kelas 9 yang menempati barisan depan saat acara berlangsung.
Kegiatan ini, lanjut Pawitno, diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan dan keimanan seluruh siswa. Melalui istighosah, khusus kelas 9 juga diharapkan nantinya dapat menjalankan ujian dengan lancar dan sehat.

Pawitno menambahkan, selain pengajian dan istighosah tersebut masih ada beberapa kegiatan lain di bulan Ramadan. “Setiap pagi anak-anak rutin tadarus Al Quran serta sholat berjamaah di waktu Dhuhur. Disamping itu setiap hari mereka berinfak seikhlasnya untuk kemudian disedekahkan kepada yatim piatu dan duafa,” lanjut Pawitno.
Dirinya menyebutkan, hasil dari infak bisa mencapai Rp1 juta per harinya. Selain itu kegiatan lainnya di bulan Ramadan yakni pembagian takjil dan zakat fitrah.
“Mulai minggu depan anak-anak mengumpulkan zakat fitrah yang nantinya akan dibagikan. Utamanya untuk siswa yang kurang mampu dan juga masyarakat sekitar. Termasuk dari panitia mushola atau lembaga sosial,” pungkas Pawitno.
Dalam tausiyahnya, Nasrudin mengajak para siswa agar mencintai Al Qur’an dengan sering membaca serta memahami artinya. Menurutnya, puasa Ramadan merupakan momen yang sangat tepat untuk lebih mendekatkan diri kepada Al Qur’an.
Hal itu karena pahalanya akan dilipatgandakan dibanding bulan lainnya. Selain juga untuk mengisi kegiata yang positif serta bermanfaat di bulan Ramadan. (Dia)




























































Comment